CEK FAKTA: Belum Ada Bukti Brotowali Sebagai Obat Corona
Merdeka.com - Informasi tentang khasiat brotowali yang disebut-sebut bisa menjadi obat untuk sembuhkan Corona beredar di media sosiak Facebook. Informasi tersebut sekaligus menyebutkan cara membuat ramuan brotowali.
Facebook
"Obat CoronaA.brotowaliB.1.berdo'a2.bersedekah3.beristiqfar-ambil brotowali seukuran jari tengah pasien.-dipotong tipis-tipis.-direbus dengan air sebanyak 3 gelas sampai mendidih.-setelah dingin diminum untuk satu hari.-lakukan sampai pasien sembuh....insyaALLAH."
Penelusuran
Menurut penelusuran merdeka.com, belum ada bukti tentang khasiat brotowali sebagai obat Corona. Dalam artikel AFP Fact Check berjudul "Philippine health experts dismiss misleading online claim that tinospora crispa plants can treat novel coronavirus" pada 5 Februari 2020, dijelaskan bahwa untuk menyembuhkan Corona harus dengan antibiotik.
Dr. Ferdinand De Guzman, a spokesperson for Philippines’ San Lazaro Hospital, a national center for infectious diseases, told AFP on February 4, 2020 that online claims about using the sap of tinospora crispa to treat novel coronavirus were inaccurate.
He said: “The novel coronavirus is a virus so an antibiotic would have no effect.”
Dr. Jaime Purificacion from the University of the Philippines’ Institute of Herbal Medicine told AFP by phone on February 3, 2020 there was no scientific basis in claims that tinospora crispa was effective in treating novel coronavirus.
“Our indication for [medical benefits of] makabuhay is [only] for scabies,” he said.
He also strongly advised the public against putting plant sap in the eyes.
“The eyes are a sensitive organ of the body. It’s dangerous because there are no safety studies,” he added.
This WHO information sheet also says antibiotics are ineffective in treating the new coronavirus strain.
It states: "No, antibiotics do not work against viruses, only bacteria. The new coronavirus (2019-nCoV) is a virus and, therefore, antibiotics should not be used as a means of prevention or treatment."
Berikut terjemahannya:
Ferdinand De Guzman, juru bicara Rumah Sakit San Lazaro Filipina mengatakan kepada AFP bahwa informasi yang beredar di media sosial tentang penggunaan getah tinospora crispa atau brotowali untuk mengobati coronavirus baru tidak akurat.
"Coronavirus novel adalah virus sehingga antibiotik tidak akan berpengaruh," katanya.
Jaime Purificacion dari Institut Obat Herbal Universitas Filipina mengatakan kepada AFP melalui telepon pada 3 Februari 2020, bahwa tidak ada dasar ilmiah yang menyatakan bahwa brotowali efektif dalam mengobati virus corona baru.
Jaime juga sangat menyarankan agar masyarakat tidak menaruh getah tanaman di mata.
“Mata adalah organ tubuh yang sensitif. Ini berbahaya karena tidak ada penjelasan keamanan," tambahnya.
Kemudian dalam artikel litbang. pertanian.go.id, dijelaskan bahwa brotowali sering digunakan sebagai obat untuk demam, kolera, rematik, penyakit kuning dan diabetes tipe II. Bahan aktif yang terkandung di dalam akar, batang, daun, buah dan bunga brotowali, yang dapat mengendalikan OPT di antaranya adalah alkaloid, tanin, saponin, glikosida, terpenoid dan flavonoid beserta turunannya.
Kesimpulan
Informasi brotowali sebagai pengobatan Corona adalah belum terbukti. Biasanya brotowali digunakan sebagai obat demam, kolera, rematik, penyakit kuning dan diabetes tipe II.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya