Erick Thohir Optimistis: Masih Ada 68 Medali Emas Menanti Indonesia di SEA Games 2025

Erick Thohir menyebutkan perolehan sementara SEA Games 2025 belum menjadi acuan akhir.

Muhammad Adi Yaksa
Oleh Muhammad Adi Yaksa - Reporter
Erick Thohir Optimistis: Masih Ada 68 Medali Emas Menanti Indonesia di SEA Games 2025
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menggelar sesi wawancara dengan wartawan bersama Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia dala (Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menggelar sesi wawancara dengan wartawan bersama Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia dala)

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyampaikan optimisme besar terhadap peluang Indonesia menambah pundi-pundi medali emas SEA Games 2025 saat bertemu awak media di Rumah Indonesia, Bangkok, Senin (15/12/2025) malam WIB.

Dalam kesempatan itu, Erick didampingi Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk SEA Games 2025, Bayu Priawan Djokosoetono.

Pada saat itu, Indonesia berada di posisi kedua klasemen sementara SEA Games 2025, dengan perolehan 52 medali emas, 64 perak, dan 63 perunggu. Namun, Erick Thohir mengingatkan hasil ini belum menjadi patokan akhir, karena seluruh cabang olahraga masih akan bertanding hingga 19 Desember 2025.

Erick Thohir menyatakan harapannya agar semua pihak tetap fokus selama empat hari ke depan.

"Ini tentu saya berharap jangan empat hari ke depan kita tidak fokus. Ini masih ada empat hari, 16-19 Desember 2025, sampai titik penutupan," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya konsentrasi dari seluruh cabang olahraga dan atlet untuk memberikan yang terbaik tanpa terpengaruh oleh peringkat saat ini.

"Apalagi dari cabang olahraga sendiri kemarin penghitungannya masih ada potensi 68 emas. Kalau kita mendapatkan setengahnya saja, yaitu 34 emas, berarti sudah di angka 80 atau di atas 80," jelasnya.

Saling Mendukung

Laporan dari Thailand: Erick Thohir Ungkap Masih Ada Potensi 68 Emas di Sisa 4 Hari SEA Games 2025
Para pemain Timnas voli putra Indonesia meryakan kemenangan atas Myanmar pada laga perdana SEA Games 2025 di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Senin (15/12/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menggelar sesi wawancara dengan wartawan bersama Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia dala

Erick Thohir menjelaskan bahwa potensi tersebut berasal dari penghitungan internal cabor yang masih bertanding. Data itu digunakan sebagai gambaran peluang hingga hari terakhir SEA Games 2025.

Dia meminta seluruh pimpinan cabor dan tim yang bertanding untuk menjaga kesiapan hingga kejuaraan berakhir. Pendampingan dari tim terus dilakukan sampai tanggal penutupan.

"Nah, ini yang saya harapkan benar-benar semua cabang olahraga yang ada di lapangan, pemimpinnya atau timnya, tentu kami di sini mengawal, benar-benar jangan lengah sampai 19 Desember 2025. Kita buktikan memang kita layak berada di posisi hari ini. Potensinya masih ada, tinggal kita saling mendukung," ucap Erick Thohir.

Bonus Rp1 M

Laporan dari Thailand: Erick Thohir Ungkap Masih Ada Potensi 68 Emas di Sisa 4 Hari SEA Games 2025
Keberhasilan ini terasa semakin spesial karena diraih setelah melalui persaingan ketat dengan Vietnam, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama menembak di kawasan Asia Tenggara. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menggelar sesi wawancara dengan wartawan bersama Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia dala

Erick Thohir juga menyampaikan pesan Presiden RI, Prabowo Subianto, kepada Tim Indonesia. Pesan tersebut ditujukan kepada Raja Sapta, Bayu Djokosoetono, ofisial, dan atlet.

"Bapak Presiden beberapa hari yang lalu menyampaikan pesan kepada seluruh kontingen, baik Ketua NOC Indonesia maupun CdM, terutama kepada ofisial dan atlet yang sedang berjuang, bahwa Bapak Presiden ada bersama mereka. Bapak Presiden ingin prestasi olahraga kita meningkat," imbuhnya.

"Bapak Presiden tidak segan-segan mendorong bagaimana atlet benar-benar dijaga masa depannya. Satu di antara apresiasi Bapak Presiden adalah memberikan bonus sebesar Rp1 miliar."

"Tidak berhenti di situ, Bapak Presiden juga mendorong program-program olahraga ke depan, termasuk meminta saya mempelajari kemungkinan dana pensiun bagi atlet," ucapnya.

Rekomendasi