Giovanni van Bronckhorst santer disebut sebagai satu di antara kandidat pelatih Timnas Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert. Lantas, seperti apa rekam jejak Van Bronckhorst yang saat ini menjabat asisten pelatih Liverpool?
Transfermarkt mencatat perjalanan karier kepelatihan Van Bronckhorst dimulai saat menjabat sebagai asisten Ronald Koeman dan Fred Rutten di Feyenoord antara 2011 hingga 2015. Selama periode tersebut, ia juga berperan sebagai pelatih Feyenoord II pada 2012 hingga 2013.
Pada 2015, Van Bronckhorst dipercaya untuk memimpin Feyenoord sebagai pelatih kepala hingga 2019. Selama masa jabatannya, ia mengelola 176 pertandingan dengan meraih 109 kemenangan, 24 imbang, dan menelan 43 kekalahan.
Advertisement
Sepak Terjang Lainnya
Selama waktunya di Feyenoord, Van Bronckhorst mempersembahkan gelar juara Eredivisie 2016/2017, Piala KNVB 2015/2016, 2017/2018, dan Johan Cruyff Shield 2017 dan 2018.
Van Bronckhorst lalu pindah ke klub China, Guangzhou R&F pada 2020, namun hanya bertahan setahun di sana. Dari 23 partai, ia mendulang delapan kemenangan, empat imbang, dan sebelas kekalahan.
Van Bronckhorst mencoba peruntungan ke Skotlandia untuk mengepalai Rangers FC pada 2021-2022. Gelar Piala Skotlandia 2021/2022 diberikannya plus runner-up Liga Europa pada musim yang sama.
Dua tahun menganggur, Van Bronckhorst direkrut Besiktas pada 2024, tapi kariernya hanya bertahan seumur jaung, kurang lebih selama empat bulan.
Advertisement
Situasi di Liverpool
Sempat membawa Besiktas keluar sebagai kampiun Piala Super Turki 2024, Van Bronckhorst diberhentikan karena hanya membukukan sepuluh kemenangan, empat imbang, dan enam kekalahan.
Van Bronckhorst menjadi analisator pertandingan UEFA pada awal tahun ini sebelum diajak Arne Slot untuk menjadi asistennya menggantikan John Heitinga yang menukangi AFC Ajax.
Namun, situasi Van Bronckhorst di Liverpool sedang tidak aman menyusul keterpurukan tim berjulukan The Reds itu di Premier League yang terdampar di urutan ke-12 klasemen sementara.