Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa federasi akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan transparansi dalam pemilihan tuan rumah putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk zona Asia. Dalam beberapa waktu terakhir, isu mengenai proses penunjukan tuan rumah untuk putaran ini telah menjadi perdebatan karena kurangnya transparansi dan akuntabilitas dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Berdasarkan informasi yang beredar, Qatar dan Arab Saudi muncul sebagai dua negara yang paling mungkin menjadi tuan rumah pada babak ini. Keduanya dianggap sebagai kandidat utama, meskipun terdapat banyak peserta lain yang juga melamar. Arya Sinulingga menambahkan bahwa PSSI telah mempersiapkan langkah-langkah khusus agar Indonesia dapat dipercaya oleh AFC sebagai tuan rumah. Namun, dia tidak dapat mengungkapkan strategi federasi secara rinci.
"Bang Lalu bilang mengenai tuan rumah putaran keempat. Pokoknya, kami punya langkah lah. Saya rasa, ada cara kami untuk hal-hal semacam ini yang memang tidak kami sampaikan terbuka," kata Arya seperti yang dikutip dari YouTube "Catatan Demokrasi".
Advertisement
Berusaha jadi Tuan Rumah
Menurut Arya Sinulingga, keputusan PSSI untuk mengikuti bidding sebagai tuan rumah putaran keempat merupakan langkah yang positif. Ia menegaskan bahwa PSSI akan berupaya keras agar dapat terpilih sebagai tuan rumah. "Yang pasti, langkah-langkahnya nanti, kita lihat bagaimana. Yang pasti, ada langkah-langkah ke sana. Tetapi, mungkin agak berbeda. Namanya kan kami ini melakukan bidding. Itu kan sudah sebuah langkah," ungkap Arya.
"Berikutnya ya, kami juga akan berjuang supaya kita berhasil dalam bidding itu. Itu adalah langkah-langkah kami. Soal tahapannya bagaimana, kami punya tahapan-tahapan sebelumnya," tambahnya.
Pria yang juga menjabat sebagai staf khusus Menteri BUMN tersebut menekankan pentingnya strategi dalam proses bidding ini.
Advertisement
Proses yang Dilakukan Harus Bersifat Adil
Pada forum yang sama, pengamat sepak bola Indonesia, Lalu Mara Satriawangsa, meminta PSSI untuk aktif dalam mengawasi proses bidding tuan rumah. Ia menginginkan agar seluruh proses tersebut berlangsung dengan transparan. "Saat ini, hal yang perlu kita diskusikan adalah bagaimana menggugat AFC dalam tanda petik agar pembagian tuan rumah untuk putaran keempat dilakukan secara adil, bukan hanya untuk Qatar dan Arab Saudi," kata Lalu Mara.
"Jika kita menggunakan pembagian berdasarkan zona, maka jangan hanya fokus pada Timur Tengah. Terlebih lagi, Qatar dan Arab Saudi juga merupakan peserta. Oleh karena itu, PSSI harus mengambil inisiatif untuk memimpin dan menantang AFC agar proses undian dilakukan dengan transparan," tambahnya.
Advertisement
Undian Secara Terbuka dan di Tempat Netral
Pria yang menjabat sebagai manajer Pelita Jaya pada tahun 2012-an mengingatkan bahwa Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, perlu mendapatkan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memberikan restu sebagai tuan rumah. "Baik, bagi PSSI, Pak Erick Thohir, meminta dukungan juga kepada Pak Presiden. Meski memang tidak boleh, ya minimal meminta restu lah. Dengan nama baik Pak Prabowo di dunia internasional, semoga ini berhasil," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan harapannya agar PSSI meminta agar undian dilakukan secara terbuka dan di tempat netral, terutama karena Bung Arya hadir dalam pertemuan tersebut. "Karena Bung Arya ada di sini, saya berharap PSSI berada di depan untuk meminta bahwa undian ini dilakukan secara terbuka. Minimal tempatnya di tempat netral. Kalau toh digelar di negara yang ikut putaran keempat, minimal kawasan dibagi dua," tambahnya.
Menurut Lalu Mara, status tuan rumah sangat berpengaruh ketika keenam kontestan putaran keempat bersaing untuk mendapatkan dua tiket menuju Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, PSSI harus berjuang untuk mendapatkan status tuan rumah.
"Faktor tuan rumah ini sangat penting pada putaran keempat nanti, dan saya berharap PSSI bisa berjuang soal ini karena faktor tuan rumah besar pengaruhnya pada babak selanjutnya," ujar Lalu Mara.