Fakta Mengejutkan di Balik Transfer Ramadhan Sananta ke DPMM FC: Liga Malaysia sedang Krisis!

Ramadhan Sananta berusaha untuk bergabung dengan klub Brunei yang akan berkompetisi di Liga Super Malaysia.

Radifa Arsa
Oleh Radifa Arsa - Reporter
Fakta Mengejutkan di Balik Transfer Ramadhan Sananta ke DPMM FC: Liga Malaysia sedang Krisis!
Selebrasi pemain Persis Solo, Ramadhan Sananta setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang PSM Makassar pada laga matchday kedua Grup A Piala Presiden 2024 di Stadion Si Jalak Harupat, S (Selebrasi pemain Persis Solo, Ramadhan Sananta setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang PSM Makassar pada laga matchday kedua Grup A Piala Presiden 2024 di Stadion Si Jalak Harupat, S)

Bergabungnya striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, dengan klub DPMM FC yang berasal dari Brunei Darussalam, menimbulkan kekhawatiran di tengah ketidakpastian yang melanda Liga Super Malaysia (MSL). Sebelum memperkenalkan Ramadhan Sananta sebagai pemain baru, DPMM FC juga mengumumkan keikutsertaannya dalam Liga Super Malaysia 2025/2026. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian resmi dari pihak berwenang mengenai hal tersebut.

Sebab, operator kompetisi Malaysian Football League (MFL) masih belum memberikan informasi mengenai jumlah tim yang akan berpartisipasi pada musim 2025/2026. Keadaan di Negeri Jiran juga masih tampak tidak menentu. Bahkan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga mengingatkan berbagai pihak terkait untuk segera mengambil langkah yang tepat. Hal ini penting karena Liga Malaysia saat ini berada dalam situasi krisis, di mana sejumlah tim menghadapi masalah serius yang dapat mengancam keberlangsungan kompetisi.

Klub sedang Menghadapi Masalah

Ramadhan Sananta Gabung DPMM FC saat Liga Malaysia Krisis: Jumlah Peserta Abu-Abu, Banyak Klub Terancam Bangkrut
Selebrasi pemain Persis Solo, Ramadhan Sananta setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang PSM Makassar pada laga matchday kedua Grup A Piala Presiden 2024 di Stadion Si Jalak Harupat, S Selebrasi pemain Persis Solo, Ramadhan Sananta setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang PSM Makassar pada laga matchday kedua Grup A Piala Presiden 2024 di Stadion Si Jalak Harupat, S

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, yang menjabat dari tahun 2013 hingga 2018, mengingatkan berbagai pihak terkait untuk lebih memperhatikan masalah yang tengah dihadapi oleh klub-klub lokal. Saat ini, krisis keuangan yang serius melanda klub-klub papan atas di Malaysia, dan jika tidak segera ditangani, kondisi sepak bola di negara tersebut berpotensi mengalami kemunduran yang signifikan.

"Kita melihat semakin banyak tim berjuang untuk bertahan hidup di Liga Malaysia, dan ini telah mencapai titik kritis. Ketika tim-tim besar angkat tangan dan mengatakan mereka tidak ingin bermain lagi di liga lokal, ada sesuatu yang salah," ujar Khairy, seperti yang dikutip dari NST.

Berdasarkan laporan terbaru dari NST, sejumlah klub seperti Kedah Darul Aman, Kelantan, Sri Pahang, dan Perak tengah menghadapi masalah serius. Perak menjadi klub pertama yang mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengajukan lisensi nasional, yang berarti mereka tidak akan ikut serta dalam MSL 2025/2026. Salah satu masalah utama yang dihadapi klub-klub lokal adalah ketidaksesuaian antara pendapatan yang diperoleh dan anggaran yang diperlukan untuk operasional.

Khairy menjelaskan bahwa ketika dia masih mengelola klub MyTeam, anggaran yang dibutuhkan untuk operasional selama satu musim berkisar antara tiga hingga empat juta ringgit. Namun, saat ini, biaya tersebut melonjak hingga mencapai 20 juta ringgit. "Ketika pemerintah negara bagian tidak mendukung, ketika sponsor menarik diri, dan penggemar tidak muncul, uang pun habis. Ini menjadi lingkaran setan. Tidak ada yang mengawasi, tidak ada uang, tim-tim tersingkir. Ini kritis," tegasnya.

DPMM Ajak Semua Anggota Berpartisipasi Aktif

Meskipun DPMM FC telah beberapa kali mengeluarkan pernyataan resmi mengenai partisipasinya dalam Liga Super Malaysia 2025/2026, hingga kini belum ada respon resmi dari FAM maupun MFL. Selain itu, menurut berita yang dirilis oleh Kantor Berita Malaysia, Bernama, kepastian mengenai jumlah peserta resmi untuk musim 2025/2026 juga masih belum ada. Situasi ini berkaitan dengan proses pengajuan lisensi yang diperlukan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Setiap tim yang ingin berpartisipasi di Liga Super Malaysia diwajibkan untuk mengajukan Lisensi Nasional, yang dikelola oleh First Instance Body (FIB), sebagai lembaga independen yang ditugaskan untuk menilai pengajuan lisensi.

"Jumlah resmi peserta yang bakal berkompetisi untuk Liga Super Malaysia 2025/2026, sampai sekarang tidak menentu, di saat proses peninjauan pengajuan dokumen untuk Lisensi Nasional pada musim depan masih berlangsung," tulis Bernama.

DPMM FC adalah klub dari Brunei Darussalam yang memiliki pengalaman mengikuti berbagai kompetisi di negara-negara tetangga. Mereka terakhir kali berpartisipasi dalam Liga Primer Singapura dari tahun 2023 hingga 2025. Ini bukanlah kali pertama bagi DPMM FC untuk berkompetisi di Liga Super Malaysia.

Setelah keluar dari Liga Primer Brunei pada tahun 2004, mereka sempat tampil di Liga Primer Malaysia pada tahun 2005. Saat itu, tim yang berbasis di Bandar Seri Begawan ini memulai perjalanan mereka di Liga Primer Malaysia, yang merupakan divisi kedua. Mereka berhasil meraih tiket promosi ke divisi tertinggi pada musim 2006/2007.

Sumber: NST, Bernama

Rekomendasi