Berita mengenai kemungkinan Kevin De Bruyne bergabung dengan Liverpool telah mengguncang dunia sepak bola. Meskipun belum ada tawaran resmi yang diajukan, pernyataan gelandang tersebut mengenai niatnya untuk tetap berkarier di Inggris telah memicu spekulasi yang semakin berkembang. De Bruyne dikabarkan masih berambisi untuk berkompetisi di level tertinggi, meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Liverpool dianggap sebagai pilihan yang logis karena tidak perlu berpindah tempat tinggal.
Kepindahan ke Anfield akan menjadi sebuah kejutan yang besar, mengingat rivalitas yang panjang antara dirinya dan Manchester City. Namun, dalam dunia sepak bola, segala kemungkinan bisa terjadi. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang skenario ini, mari kita lihat enam transfer di Premier League yang sebelumnya telah mengejutkan banyak orang. Semua transfer tersebut tampak mustahil sampai akhirnya terwujud.
Advertisement
Frank Lampard menghabiskan hampir 200 pertandingan bersama West Ham sebelum bergabung dengan Chelsea pada tahun 2001. Oleh karena itu, melihatnya bermain untuk klub lain sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan. Namun, setelah menghabiskan 13 tahun dan meraih banyak trofi bersama Chelsea, kepindahannya ke Manchester City terasa sangat mengejutkan. Ia bergabung dengan City setelah kontraknya di Stamford Bridge berakhir pada tahun 2014. Meskipun City tidak berhasil mempertahankan gelar juara dan selesai delapan poin di bawah Chelsea, Lampard tetap mencatat beberapa momen penting, termasuk mencetak gol penyama kedudukan melawan mantan klubnya tanpa merayakannya.
Advertisement
Kepindahan Raheem Sterling ke Chelsea tampak mengejutkan, terutama mengingat kontribusinya yang sangat signifikan di Manchester City. Selama bertahun-tahun, Sterling telah menjadi pemain kunci di tim asuhan Pep Guardiola. Dengan catatan yang mengesankan, yakni 131 gol dan 78 assist selama membela City, banyak yang berharap ia bisa melanjutkan performa tersebut di Stamford Bridge. Namun, kenyataannya sangat berbeda, di mana kariernya di Chelsea tidak sesuai dengan ekspektasi. Ia bahkan harus menjalani masa pinjaman ke Arsenal setelah mengalami kesulitan beradaptasi.
Saat ini, sulit untuk membayangkan bahwa beberapa waktu lalu, Sterling dianggap sebagai salah satu penyerang terhebat di Premier League. Performa yang menurun drastis membuat banyak pengamat dan penggemar terkejut. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan nasib dalam dunia sepak bola, di mana seorang pemain yang pernah bersinar bisa mengalami penurunan signifikan dalam waktu singkat. Keberadaan Sterling di Chelsea kini menjadi sorotan, dan banyak yang berharap ia dapat menemukan kembali sentuhan terbaiknya.
Advertisement
Setelah meraih kesuksesan yang luar biasa bersama Manchester United, Rio Ferdinand memutuskan untuk bergabung dengan Queens Park Rangers pada musim 2014/2015. Di Manchester United, ia menikmati masa-masa terbaiknya dengan mengantongi enam gelar Premier League dan tiga trofi Liga Champions. Ferdinand menyatakan bahwa pengalaman bermain di QPR sangat kontras dengan yang ia rasakan di Old Trafford. Ia mengungkapkan, "Untuk pertama kalinya, saya berada di ruang ganti di mana pemain lebih banyak membicarakan gaji daripada fokus pada sepak bola." Ia menyesali keputusan untuk pindah dan merasa seharusnya mengakhiri kariernya di Manchester United. Pada saat itu, QPR mengalami nasib buruk dengan terdegradasi meskipun Harry Redknapp berupaya keras untuk memperbaiki situasi tim.
Advertisement
Pindahnya Fernando Torres dari Liverpool ke Chelsea pada Januari 2011 menjadi salah satu transfer yang paling mengejutkan dalam sejarah Premier League. Dengan nilai transfer sebesar 50 juta pounds, yang pada waktu itu sangat signifikan, Torres memilih untuk bergabung dengan salah satu rival terkuat Liverpool. Jika kita membandingkan dengan transfer saat ini, nilai tersebut mungkin akan jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Liverpool kemudian menggunakan dana tersebut untuk merekrut Andy Carroll, meskipun akhirnya mereka mendapatkan keuntungan dengan mendatangkan Luis Suarez dari Ajax.
Transfer Torres ke Chelsea tetap dianggap sebagai momen penting meskipun performanya di Stamford Bridge tidak memenuhi ekspektasi. Keputusan Liverpool untuk merekrut Suarez setelahnya terbukti menjadi langkah yang lebih menguntungkan bagi tim. Dengan kata lain, meskipun Torres memiliki reputasi yang baik, hasil akhir dari transfer tersebut tidak sebanding dengan harapan yang ada. Liverpool berhasil memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat skuad mereka dan melanjutkan perjalanan kompetitif di liga.
Advertisement
Kepindahan Robbie Fowler dari Liverpool ke Leeds United merupakan salah satu peristiwa yang sangat mengejutkan bagi banyak pihak. Fowler, yang selama ini dikenal sebagai pahlawan di Anfield, melihat keputusan ini sebagai bagian dari ambisi besar Peter Ridsdale di Leeds. Meskipun Fowler mengaku tidak ingin meninggalkan Liverpool, ia akhirnya merasa bahwa Leeds dan klub-klub lain yang ia perkuat tidak dapat dibandingkan dengan Liverpool dalam hal prestise dan kualitas. Namun, langkah tersebut menandai awal baru dalam kariernya, yang kemudian membawanya ke berbagai klub lain, termasuk Cardiff City dan Blackburn Rovers.
Hampir 25 tahun setelah ia meninggalkan Anfield, kepindahan Fowler ke Leeds masih tetap menjadi topik yang mengejutkan banyak orang. Sebagai seorang ikon di Merseyside, ia pernah dijuluki 'God', dan banyak penggemar yang percaya bahwa ia akan menjadi legenda satu klub. Namun, kenyataannya berbeda dari harapan tersebut. Keputusan yang diambilnya untuk bergabung dengan Leeds justru membuka jalan bagi perjalanan karier yang lebih beragam, meskipun tidak selalu sejalan dengan harapan para penggemarnya.
Advertisement
Kepindahan John Terry ke Aston Villa pada tahun 2017 sebenarnya bukan merupakan transfer di Premier League. Setelah menyelesaikan masa baktinya di Chelsea, Terry memutuskan untuk melanjutkan kariernya di Villa Park saat tim tersebut berkompetisi di Championship. Begitu bergabung, Terry langsung diangkat sebagai kapten tim, yang juga dihuni oleh pemain-pemain berpengalaman seperti Ahmed Elmohamady dan Glenn Whelan.
Meskipun Aston Villa berhasil menyelesaikan musim di posisi kelima, mereka tidak berhasil promosi setelah kalah dari Fulham dalam final play-off. Kepindahan Terry ke Villa menjadi bagian yang menarik dalam perjalanan kariernya, jauh dari sorotan Premier League. Namun, kontribusinya tetap berarti meskipun tidak berhasil membawa Villa kembali ke Liga Inggris.
Sumber: "Planet Football".