Seberapa kuat dua tim asing yang berpartisipasi dalam Piala Presiden 2025? Apakah mereka mampu meraih gelar juara atau hanya sekadar menjadi pengisi acara? Jika tidak ada halangan, Piala Presiden 2025 dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 6 Juli mendatang. Terdapat enam tim yang berkompetisi, yang dibagi menjadi dua grup, termasuk Arema FC sebagai juara bertahan.
Di Grup A, terdapat Liga Indonesia All Stars, Arema FC, dan Oxford United. Sementara itu, Grup B tidak kalah menarik karena diisi oleh tim-tim kejutan seperti Dewa United, Port FC, dan juara Liga 1 dua musim berturut-turut, Persib Bandung. Dua tim asing, Oxford United dan Port FC, akan menjadi pusat perhatian di Piala Presiden 2025. Sejauh mana kemampuan kedua tim ini jika dibandingkan dengan empat kontestan lainnya?
Advertisement
Tim ini bukanlah pendatang baru dalam dunia sepak bola Inggris, mengingat mereka telah berdiri sejak tahun 1893. Sejak tahun 2001, mereka berkandang di Stadion Kassam yang memiliki kapasitas sekitar 13 ribu penonton. Saat ini, mereka berkompetisi di EFL Championship, yang merupakan level kedua dalam sistem liga sepak bola Inggris. Tim yang dikenal dengan julukan The Us, Yellows, dan The Boys from Up the Hill ini memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Mereka telah berhasil meraih dua trofi di Liga Inggris tingkat ketiga, satu trofi di liga tingkat kedua, dan satu trofi di Liga Inggris.
Dalam musim lalu, Oxford United berhasil mempertahankan tempatnya di EFL Championship untuk musim 2025/2026 dengan menempati posisi ke-17. Di ajang Piala Presiden 2025, tim yang dimiliki oleh Erick Thohir dan Anindya Bakrie ini layak menjadi favorit. Hal ini dikarenakan mereka memiliki skuad yang kuat dengan pemain berkualitas di setiap posisi. Selain itu, Oxford United juga diperkuat oleh dua penyerang handal Timnas Indonesia, yaitu Marselino Ferdinan dan Ole Romeny, yang semakin menambah daya tarik tim ini.
Advertisement
Di Oxford United terdapat Marselino Ferdinan dan Ole Romeny, sementara Port FC juga memiliki sosok terkenal dari Timnas Indonesia, yaitu Asnawi Mangkualam. Di Indonesia, khususnya di kalangan penggemar setia Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam bukan hanya sekadar pemain, melainkan telah menjadi legenda. Dia pernah diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai kapten timnas pada masa kepelatihan Shin Tae-yong.
Di Thailand, Port FC dikenal luas dan dihormati. Tim yang berpusat di Khlong Toei, Bangkok, telah terkenal sejak didirikan pada tahun 1967. Mengenai prestasi, tidak perlu diragukan lagi. Tim yang dijuluki Khlong Toei Lions ini sudah mengumpulkan banyak trofi, termasuk delapan Piala Kor Royal dan enam Piala Ratu.
Advertisement
Apakah itu saja? Tentu tidak. Pada tahun 2009, Port FC berhasil meraih gelar juara di Piala FA Thailand, dan setahun kemudian mereka kembali menambahkan trofi Piala Liga Thailand 2010 ke dalam koleksi mereka. Yang lebih mengesankan, dalam tiga musim terakhir, Port FC selalu berhasil menempati posisi empat besar di Thai League 1.
Konsistensi dan stabilitas yang ditunjukkan oleh tim ini membuat Asnawi Mangkualam dan rekan-rekannya berhak untuk berlaga di ajang AFC Champions League Two pada musim 2024/2025. Dengan serangkaian prestasi yang telah diraih, akankah Port FC mampu menciptakan sejarah baru di Piala Presiden 2025? Ini tentu menjadi hal yang menarik untuk disaksikan.