Erik Ten Hag Jadi Pelatih Bayer Leverkusen, 6 Pemain MU Ini Bisa Diboyong

Erik ten Hag telah secara resmi bergabung dengan Bayer Leverkusen setelah menyelesaikan masa jabatannya di Manchester United.

Aga Deta
Oleh Aga Deta - Reporter
Erik Ten Hag Jadi Pelatih Bayer Leverkusen, 6 Pemain MU Ini Bisa Diboyong
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026 ((c) AP Photo/Manu Fernandez)

Erik ten Hag telah resmi menjadi pelatih Bayer Leverkusen setelah meninggalkan Manchester United. Ia menggantikan posisi Xabi Alonso yang memutuskan untuk pergi di akhir musim. Leverkusen akan berpartisipasi dalam Liga Champions musim depan, yang dapat menarik minat pemain-pemain papan atas untuk bergabung.

Ten Hag dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan sejumlah pemain di MU, dan hal ini dapat dimanfaatkan untuk menarik mereka ke Jerman. Saat ini, situasi di skuad Manchester United juga memberikan peluang besar bagi terjadinya perpindahan pemain, terutama bagi mereka yang tidak lagi menjadi pilihan utama. Berikut ini adalah enam pemain Setan Merah yang berpotensi untuk pindah ke Bayer Leverkusen, dengan beberapa nama yang cukup mengejutkan.

Tiga musim bersama Manchester United tidak meninggalkan banyak kenangan bagi Christian Eriksen. Ketika direkrut oleh Ten Hag, ia lebih sering terabaikan daripada menjadi pemain kunci yang diharapkan.

Walaupun demikian, Eriksen masih berusia 33 tahun dan memiliki kemampuan untuk mengatur tempo permainan. Banyak klub yang dapat memanfaatkan keberadaannya, terutama yang memerlukan sosok berpengalaman di ruang ganti.

Ten Hag mungkin akan mempertimbangkan untuk membawanya ke Leverkusen guna memberikan pengalaman kepada tim muda yang kelelahan di akhir musim. Terlebih, Eriksen sudah memahami pendekatan pelatih asal Belanda tersebut.

Sejak bergabung dengan Manchester United, Andre Onana belum sepenuhnya menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dalam dua musim terakhir, ia sering kali terlihat cemas dan mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi di posisi kiper. Hal ini membuat United mungkin akan mempertimbangkan alternatif lain untuk mengisi posisi kiper utama. Namun, jika kita melihat performa sebelumnya di Ajax dan Inter, sebenarnya potensi Onana masih bisa dikembangkan.

Situasi yang lebih tenang dapat menjadi solusi bagi Onana untuk kembali ke performa optimalnya. Terkadang, beralih klub menjadi pilihan terbaik bagi seorang pemain yang merasa terjebak di satu tempat. Dengan adanya kesempatan baru, Onana bisa menemukan kembali kepercayaan dirinya dan menunjukkan kualitas yang selama ini dipendam.

Rasmus Hojlund belum memenuhi harapan yang diberikan kepadanya di Manchester United pada musim ini. Dengan total empat gol di Premier League, pencapaian tersebut terbilang rendah untuk seorang penyerang utama. Meskipun demikian, Juventus dan Inter Milan dilaporkan tertarik untuk merekrutnya. Bundesliga mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat, mengingat banyak pemain asal Denmark yang berhasil berkembang di liga tersebut.

Ia menunjukkan performa yang cukup baik di Liga Champions, dan faktor usia masih mendukung kariernya. Jika harga transfernya menurun, kesempatan bagi klub-klub Eropa untuk mempertimbangkan investasi pada dirinya cukup besar. Sebagai penyerang muda, potensi Hojlund untuk berkembang masih terbuka lebar, dan ini bisa menjadi peluang menarik bagi tim-tim yang ingin memperkuat lini serang mereka.

Tyrell Malacia direkrut oleh Erik ten Hag sebagai bagian dari rencana jangka panjang, namun keadaan berbalik. Cedera serius yang dialaminya membuatnya jarang tampil mengenakan seragam Manchester United.

Selama musim lalu, Malacia lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan dan baru dapat menunjukkan performanya yang sebenarnya saat dipinjamkan ke PSV. Sayangnya, penampilan tersebut belum cukup untuk menyelamatkan kariernya di Manchester United.

Manajemen klub pun mulai kehilangan kesabaran dan berencana untuk segera menjualnya demi menyeimbangkan komposisi skuad. Meskipun demikian, Malacia masih memiliki potensi, setidaknya sebagai pelapis yang solid untuk bek seagresif Alex Grimaldo.

Kobbie Mainoo kini berada dalam daftar jual Manchester United akibat kondisi keuangan klub yang sedang mengalami tekanan. Meskipun demikian, ia pernah menjadi pahlawan di lini tengah saat MU berhasil meraih trofi Piala FA musim lalu.

Namun, gaya permainan Mainoo dianggap tidak sesuai dengan sistem yang diterapkan oleh Ruben Amorim. Di samping itu, kekuatan fisiknya juga dipertanyakan untuk dapat bersaing dengan konsisten di Premier League. Bundesliga mungkin menjadi alternatif baru bagi Mainoo untuk menghidupkan kembali potensinya, mengingat banyak pemain muda asal Inggris yang berhasil bersinar di liga tersebut.

Di tengah kesulitan banyak pemain untuk menunjukkan performa yang stabil di bawah arahan Erik ten Hag, Alejandro Garnacho justru berhasil mencuri perhatian. Ia berhasil mencetak gol di final ketika Manchester United mengalahkan Manchester City.

Nama Garnacho kini banyak dibicarakan, terutama karena klub-klub Bundesliga menunjukkan ketertarikan terhadapnya. Pemain yang memiliki kecepatan dan kemampuan dalam duel satu lawan satu ini dianggap cocok dengan atmosfer kompetitif di sepak bola Jerman. Menurut kabar, Napoli saat ini berada di posisi terdepan untuk merekrutnya. Namun, bergabung dengan Bayer Leverkusen juga dapat membuka peluang baru bagi perkembangan kariernya.

Sumber: Planet Football

Rekomendasi