Cerita Ragnar Oratmangoen Tertarik Pindah Kewarganegaraan jadi WNI, Sebut karena Indonesia Negara Mayoritas Muslim

Ragnar Oratmangoen adalah seorang mualaf yang memilih untuk memeluk agama Islam saat usianya mencapai 15 tahun.

Asad Arifin
Oleh Asad Arifin - Reporter
Cerita Ragnar Oratmangoen Tertarik Pindah Kewarganegaraan jadi WNI, Sebut karena Indonesia Negara Mayoritas Muslim
Analisis Starting XI Indonesia vs Arab Saudi: Patrick Kluivert Bikin 3 Kejutan, Marc Klok jadi Pemain Inti! ((c) Bola.net/Abdul Aziz)

Ragnar Oratmangoen adalah seorang mualaf yang memilih untuk memeluk agama Islam pada usia 15 tahun. Saat ini, winger Timnas Indonesia tersebut berusia 27 tahun. Dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh Kita Garuda, Oratmangoen ditanya mengenai salah satu alasannya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) saat proses naturalisasi yang berlangsung pada Maret 2024.

Ia mengungkapkan ketertarikan untuk berpindah kewarganegaraan karena Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam. Menurutnya, faktor tersebut sangat berpengaruh dalam keputusan yang diambil.

"Buat saya hal ini sangat penting karena Islam merupakan bagian terbesar dalam hidup saya," ujar Oratmangoen seperti yang dilansir dari Kita Garuda.

Senang Menjadi Bagian dari Indonesia

Ragnar Oratmangoen Jadi WNI karena Indonesia Negara Mayoritas Muslim: Islam Bagian Terbesar dalam Hidup Saya
Ragnar Oratmangoen Jadi WNI karena Indonesia Negara Mayoritas Muslim: Islam Bagian Terbesar dalam Hidup Saya © 2025 Bola.net

Oratmangoen menceritakan pengalamannya sebagai seorang muslim dan merasa bahagia dengan keputusan tersebut. Ia merasa lebih terhubung dengan Indonesia dan masyarakatnya karena telah memahami kehidupan orang-orang yang beragama Islam. "Itu juga yang membuat saya sudah merasa menjadi bagian dari Indonesia dan masyarakatnya karena saya sudah mengetahui seperti apa kehidupan orang-orang yang beragama Islam," ujar Oratmangoen.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini sangat kontras dengan kehidupannya di Belanda, sehingga ia merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. "Hal ini berbeda dengan di Belanda, jadi saya bahagia bisa menjadi bagian dari salah satu negara muslim terbesar," sambung pemain FCV Dender yang berkompetisi di Liga Belgia ini.

Momen saat Menjadi Mualaf

Dari Benteng ke Ujung Tombak: Pemain Kunci Timnas Indonesia Tumbangkan Bahrain di SUGBK
Dari Benteng ke Ujung Tombak: Pemain Kunci Timnas Indonesia Tumbangkan Bahrain di SUGBK © 2025 Bola.net

Oratmangoen berbagi kisah bahwa ia tidak dilahirkan sebagai seorang Muslim. Perkenalan pertama terhadap Islam terjadi ketika seorang teman mengajaknya untuk ke masjid. Momen tersebut, menurut Oratmangoen, sangat berkesan dalam hidupnya. "Setelah saya tumbuh dewasa saya menemukan jalan ke Islam. Saat itu saya jadi mualaf saat saya berusia 15 tahun kayaknya, jadi saya sudah 10-11 tahun terakhir merayakan Ramadan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk menjadi Muslim diambil setelah seringnya diajak ke masjid oleh temannya. "Saya menjadi seorang Muslim karena dulu teman saya sering mengajak saya ke masjid saat itu. Mereka mengajarkan saya soal Tuhan dan bagaimana agama ini bisa membantu kehidupan. Itu menyentuh saya dan saya memutuskan untuk menjadi Muslim," tambahnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

Rekomendasi