Upaya Long March to Gaza Zaskia Adya Mecca, Diawasi Aparat Mesir & Alami Tekanan Luar Biasa Hingga Pindah Hotel
Zaskia bercerita tentang perjalanan melakukan aksi Long March to Gaza.
Zaskia Adya Mecca bersama beberapa rekan artis melakukan aksi Long March to Gaza. Melakukan penerbangan ke Mesir untuk melakukan perjalanan darat menuju Gaza, Zaskia nyatanya mengalami beberapa hal di luar dugaan. Salah satunya diawasi oleh intel.
Di laman instagramnya, Zaskia bercerita tentang upayanya untuk bisa melakukan aksi tersebut. Meskipun pada akhirnya Long March to Gaza memang belum bisa terealisasi. Seperti apa kisah menegangkan Zaskia di sana? Simak ulasannya berikut ini.
Pindah Hotel
Setibanya di Mesir, Zaskia menginap di sebuah hotel. Namun, mereka tak nyaman lantaran terus diawasi oleh aparat Mesir. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke hotel bintang lima agar tak terus diawasi, nyatanya harapan mereka sirna begitu saja.
"Akhirnya kami pindah ke hotel bintang 5 dengan fikiran, protokol hotel akan membuat intel tidak bisa sembarangan mengikuti juga menangkap turis seperti yang terjadi kepada bule di hotel sebelumnya. Minim pula yang menyaksikan. At least hotel ini selalu ramai," terang Zaskia di instagramnya.
Staff Hotel Kena Imbasnya
Keberadaan Zaskia dan rombongan di hotel bintang lima itu justru membuat staff terkena imbasnya. Para staff dipanggil oleh polisi setempat karena keberadaan Zaskia dan rombongan yang dicurigai. Selama berada di hotel tersebut, Zaskia mendapat tatapan penuh curiga dari para staff.
"Ternyata salah, mereka tetap terang2an mengikuti kami. Semakin tidak nyamannya seluruh staff hilton di panggil oleh polisi dan entah di briefing apa sehingga semua siaga selama kami disana. Tatapan marah juga curiga dari semua staff hotel. Seolah2 kami semua tahanan😓," jelasnya.
Lelah Alami Tekanan
Perjalanan yang penuh cobaan ini dirasa sangat berat oleh Zaskia. Apalagi ia merasa tekanan ketika berada di sana begitu dahsyat.
"Krn kami playing tourist, jadi harus terlihat piknik sambil memastikan apakah para intel masih mengawasi kami. Sore nya naik kapal depan hotel, yang di sewakan mereka, Mencoba merasakan kepasrahan juga keyakinan ibunda nabi Musa kepada Allah SWT ketika menghanyutkan bayinya di sungai ini," terang Zaskia.
"Di tengah derasnya arus, ada keyakinan yang lebih kuat: bahwa Allah takkan pernah meninggalkan hamba-Nya yang berserah. Dari pagi kami mengalami tekanan seperti ini aja rasanya lelah luar biasa, entah kekuatan sebesar apa yang dimiliki saudara2 kita di p l s t n 🥺😢," tutupnya.