Bukan cuma motoran di Jakarta, tetapi Poppy juga pernah menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Artis 39 tahun ini pernah merasakan motoran ke Labuan Bajo, Bali, Yogyakarta, dan masih banyak lagi tempat lainnya.
Advertisement
Pernah Hingga 1000 Kiloan
"Paling jauh kemarin aku dari NTT (Nusa Tenggara Timur) Larantuka, start Larantuka ke Labuan Bajo, itu 1000 kilo. Pernah Jogja Bali, terus Lombok. Kalo di luar negeri aku pernah di Itali sama di Australia," ujar Poppy Sovia saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2023).
Advertisement
Alasan Hobi Motoran
Pemain film SLANK GAK ADA MATINYA bukanlah anak baru yang doyan motoran. Hanya saja, baru diketahui banyak orang setelah ia bergabung bersama komunitas Motor Baik. Di mana, sebagian besar anggotanya adalah para selebritis.
"Kalo hobi motor sebenernya udah dari dulu ya. Cuma karena saya dulu enggak punya mobil, ke mana mana pake motor sebagai niaga ya," kata Poppy Sovia.
Advertisement
Terkenal Sebagai Anak Motor
"Maksudnya pake motor untuk bekerja kuliah, tapi kalo orang orang bilang 'wah Poppy anak motor gara gara pas off-road itu ada motor baik' turing sama Omesh sama temen temen 'oh Poppy itu ternyata anak motor'," tambahnya.
Advertisement
Harus Pintar Berbagi Waktu
Sebagai seorang ibu yang juga memiliki karier di dunia hiburan, Poppy harus pandai dalam mengatur waktu antara hobi dan keluarganya. Untungnya, suaminya, yang juga seorang manajer, membantu dalam mengatur waktu dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, hobi, dan keluarga.
"Kalo ngatur waktu, ada suami. Kebetulan suami kan manajer, dia ngatur waktu juga. Ya Alhamdulillah," katanya.
Advertisement
Berani Ambil Keputusan
Poppy Sovia menyadari bahwa setiap tindakan yang diambilnya memiliki resiko, termasuk dalam menggeluti hobi motorannya. Namun, dia juga mengakui bahwa apa yang dia lakukan adalah sebagai pekerjaan. Bagi Poppy Sovia, resiko yang diambil adalah sebagian dari perjalanan ke arah kesuksesan.
Advertisement
Cerita Poppy Sovia
"Bukan sempat terpikirkan lagi, itu sudah terasa, sebenernya sih itu semua yang kita lakukan ada resikonya. Ketika kita mau ambil kerjaan apalagi kemarin saya turing 13 hari ke Labuan Bajo. Apa ya, cuma kita kerja salah satunya untuk mensejahterakan keluarga, untuk anak bisa lanjut sekolah, sampe kuliah," katanya.
Advertisement
Berani Ambil Risiko
"Itu juga balik lagi ke rumah, jadi segalanya ada pengorbanannya. Begitupula yang orang tua kita lakuin kan, jarang ketemu orang tua, orang tua kerja, akhirnya kita bisa sekolah bener gitu kan, makannya enak. Jadi resiko itu yang saya ambil," pungkasnya.