Salah satu yang merasakan dampak dari kepergian Vidi Aldiano adalah Habib Jafar. Ia hadir untuk mengantar jenazah Vidi ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu pagi, 8 Maret 2026.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Dalam prosesi pemakaman tersebut, Habib Jafar terkesan melihat banyak sahabat dari berbagai latar belakang agama yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Vidi. Dari situ, ia menyadari bahwa gelar Duta Persahabatan dan Duta Kondangan yang diberikan oleh netizen memang sangat tepat.
"Vidi The Real Duta Persahabatan. Saat wafat pun ia bikin pemandangan persahabatan antar iman," tulis Habib Jafar dalam video yang diunggah di akun Instagram terverifikasinya pada Minggu, 8 Maret 2026.
Makam pelantun lagu "Nuansa Bening" tersebut dipenuhi dengan taburan bunga sebagai tanda penghormatan. Habib Jafar juga menambahkan, "Hingga wafat, kenangan bersama Vidi tetap indah. Ia wafat, tapi menghidupkan toleransi dalam kebersamaan. Yang doain lo full, Vid. PeDe insyaAllah di hadapan para malaikat. Kita ikhlas insyaallah," sebagai caption di unggahan tersebut. Ia bersaksi bahwa Vidi Aldiano adalah sosok yang baik.
Dalam unggahan sebelumnya, Habib Jafar mengutip salah satu sabda Nabi Muhammad yang mengajarkan untuk menyebutkan kebaikan orang-orang yang telah meninggal. Ia pun teringat akan salah satu kebaikan Vidi Aldiano yang selalu terpatri dalam ingatannya.
"Gue punya sedikit cerita dengan Vidi. Gue baru kenal Almarhum beberapa tahun ini saja. Tapi tiba-tiba jadi seolah sangat dekat. Dan dekatnya itu karena Tuhan. Dia tiba-tiba ngenalin gue ke keluarganya untuk belajar bersama soal keislaman," ungkap Habib Jafar, mengenang momen berharga bersama Vidi.
Advertisement
Hingga akhir hidupnya
Momen yang mengharukan ini membuat hati Habib Jafar sangat tersentuh. Selama bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal, Vidi Aldiano tetap memikirkan cara untuk memaksimalkan ibadahnya.
"Lalu bikin kajian di rumahnya bersama teman-temannya. Dan aktif chat gue nanya soal agama. Hingga akhir hayatnya masih sering nanya gimana cara agar dia bisa tetap maksimal ibadah di tengah sakitnya," ungkap Habib Jafar.
Perjuangan Vidi Aldiano menunjukkan betapa besar keinginannya untuk tetap dekat dengan Tuhan. Meskipun menghadapi penyakit yang berat, ia tidak pernah berhenti mencari cara untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.
Hal ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah dalam beribadah, meskipun dalam keadaan sulit. Habib Jafar menambahkan bahwa Vidi selalu berusaha untuk belajar lebih banyak tentang agama, bahkan saat kondisinya semakin menurun.
Advertisement
Tanda bahwa Tuhan merindukan kita
Dia sangat menyadari bahwa sakit merupakan tanda kasih sayang Tuhan yang ingin agar kita kembali kepada-Nya melalui ibadah.
"Innalillah Vidi. Alhamdulillah sudah nggak sakit lagi. Kita semua cinta dia. Tapi Tuhan jauh lebih cinta," ujarnya menambahkan.
Habib Jafar meyakini bahwa pemilik album Pelangi di Malam Hari dipanggil oleh Sang Khalik setelah dosanya terhapus karena penyakit yang dideritanya. Dengan demikian, Vidi Aldiano semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui berbagai ibadah yang dilakukannya.
Advertisement
Kita semua mengalami kehilangan
Perjalanan spiritual yang dilalui oleh Vidi Aldiano telah menginspirasi Habib Jafar untuk melakukan refleksi diri. Unggahan tersebut mendapatkan respons positif dari netizen serta berbagai figur publik.
"Kita semua kehilangan," tulis VJ Daniel di kolom komentar. Sementara itu, Arman Maulana juga memberikan doa, "Innalillahi Waina Ilaihi Rojiun Allahumagfirlahu Warhamhu Wa'afihi Wafuanhu..In Shaa Allah almarhum Vidi Husnul Khotimah Aamiin Ya Rabbal Allamin. Al Fatihah." Momen ini menunjukkan betapa dalamnya rasa kehilangan yang dirasakan oleh banyak orang terhadap sosok Vidi yang telah pergi. Selain itu, refleksi yang dilakukan Habib Jafar juga mencerminkan pentingnya introspeksi dalam menghadapi kehilangan.