Potret Eyang Al Ghazali Hadir di Pernikahan Sang Cucu, Tulis Nasehat yang Bikin Terenyuh

Potret Eyang Harjono Sigit yang juga ayah Maia Estianty di pernikahan Al Ghazali–Alyssa Daguise, ia beri nasehat bijak yang menyentuh hati.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Potret Eyang Al Ghazali Hadir di Pernikahan Sang Cucu, Tulis Nasehat yang Bikin Terenyuh
Potret Eyang Al Ghazali Hadir di Pernikahan Sang Cucu, Tulis Nasehat yang Bikin Terenyuh (Merdeka.com)

Acara siraman dan akad nikah antara Al Ghazali dan Alyssa Daguise bukan hanya menciptakan kebahagiaan bagi kedua mempelai, tetapi juga menyentuh hati Eyang Bapak Ir. Harjono Sigit Bachroen Salam, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Sigit, bersama istrinya.

Di usia 86 tahun untuk Eyang Bapak dan 85 tahun untuk Eyang Ibu, pasangan ini hadir dengan mengenakan pakaian adat Jawa, yang melambangkan cinta yang telah terjalin selama enam dekade.

Keberadaan mereka di kursi tamu kehormatan, disertai dengan nasihat berharga yang ditulis oleh Pak Sigit untuk cucu tercintanya, berhasil menarik perhatian warganet. Hal ini membuat foto-foto mereka menjadi viral dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak keluarga di Indonesia.

1. Senyum Teduh Eyang Bapak di Kursi Tamu

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam potret pertama, terlihat Pak Sigit duduk dengan tenang di deretan kursi rotan yang dilapisi kain krem, sejalan dengan dekorasi tirai emas lembut yang mendominasi ruangan siraman Al Ghazali.

Wajahnya memancarkan senyuman yang teduh di balik blangkon batik sogan, sementara beskap berwarna abu-abu yang dikenakannya berpadu dengan jarik bermotif parang rusak, menciptakan kesan anggun khas Jawa klasik yang tetap nyaman bagi lansia.

Di pangkuannya, ia menggenggam ponsel dengan lembut, dilengkapi tali pengaman sederhana. Hal ini menunjukkan semangatnya untuk beradaptasi dengan teknologi, mencerminkan bahwa proses belajar tidak pernah berhenti, meskipun usia terus beranjak senja.

2. Harmoni Pasangan Berdampingan

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam suasana yang sama, Eyang Ibu terlihat anggun mengenakan kebaya brokat berwarna hijau mint, dilengkapi dengan bros emas dan sanggul klasik yang teratur, mencerminkan kecintaannya terhadap tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Posisi duduk mereka yang bersebelahan tanpa penghalang melambangkan kesetiaan yang telah terjalin selama 60 tahun pernikahan, menjadi contoh bagi Al Ghazali dan Alyssa untuk terus saling menjaga hingga akhir hayat.

Di latar belakang, sekelompok tamu muda tampak terpesona, seolah menyadari bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kebersamaan yang tulus, bukan hanya pada kemewahan pesta.

3. Jadi Fotografer Dadakan

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam potret ketiga, terlihat Pak Sigit yang berdiri dengan lincah di antara pilar-pilar kristal yang menggantung. Ia mengangkat ponselnya untuk mengabadikan momen indah bersama istrinya, menunjukkan sisi romantis yang tetap bersinar meskipun mereka telah memasuki usia senja.

Gestur penuh antusiasme ini menunjukkan bahwa pasangan Eyang Sigit dan istrinya patut dijadikan teladan bagi generasi muda saat ini. Di sisi lain, Eyang Ibu juga tampak berpose dengan anggun, menyambut jepretan dari sang suami dengan senyuman yang menawan.

4. Ungkapan Cinta Lewat Caption Instagram

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Potret keempat menampilkan tangkapan layar dari unggahan @harjonosigit yang memberikan nasihat mendalam kepada Al Ghazali dan Alyssa. Dalam unggahan tersebut, terdapat doa untuk kebahagiaan rumah tangga mereka,

"Hadir sebagai Eyang Bapak dan Eyang Ibu pada acara Siraman Al @alghazali7 di usia kami 86 dan 85 tahun setelah menjalani 60 tahun usia pernikahan kami, mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi Al @alghazali7 dan Alyssa @alyssadaguise.

Kami mendoakan yang terbaik untuk Al Alyssa selalu langgeng sampai akhir hayat, saling setia, menjadi pasangan yang tulus kasih, selalu rendah hati dan membumi, sama-sama pintar cari uang, rajin menabung, simpan aset, pinter berinvestasi dan murah hati, tidak pelit kepada Bunda @maiaestiantyreal, Eyang Bapa Ibu, seperti Al selama ini kepada kami.

Al @alghazali7 dan Alyssa @alyssadaguise Inshaa Allah selalu "Njowo" dalam bertutur, bersikap, berperilaku menghormati orang tua, sayang ikhlas kepada keluarga terutama orang tua dan Eyang Bapa Eyang Ibu, pada keluarga besar. Selalu tetap ingat di mana kaki berpijak. Aamiin YRA".

Unggahan tersebut segera mendapatkan ribuan likes dan komentar positif, menunjukkan bahwa nasihat dari orang tua tetap relevan meskipun di tengah era digital. Pesan yang tulus dan penuh makna ini bahkan menjadi konten edukatif yang viral, berkat keaslian dan kedalaman pesan yang disampaikan.

5. Sosok Eyang Al Ghazali Harjono Sigit yang Bukan Orang Sembarangan

Ir. Harjono Sigit Bachroen Salam, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Sigit, adalah seorang intelektual senior yang terkenal tidak hanya sebagai ayah dari Maia Estianty dan Eyang Al Ghazali, tetapi juga sebagai pelopor pendidikan arsitektur di Surabaya.

Eyang Al Ghazali, yang lahir di Madiun pada 21 September 1939, pada awalnya hanya memiliki nama "Harjono". Namun, setelah menyelesaikan pendidikan kuliahnya, ia memutuskan untuk menambahkan nama ayahnya menjadi "Sigit Bachroen Salam". Keteladanan Pak Sigit terlihat tidak hanya dalam lingkungan keluarga, tetapi juga dalam komitmennya untuk membangun dasar pendidikan arsitektur modern di Indonesia, khususnya di wilayah timur.

Harjono Sigit menyelesaikan pendidikan menengah atas di Madiun dan lulus SMA pada tahun 1958, kemudian melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Arsitektur dan berhasil lulus pada tahun 1964. Pendidikan yang diperolehnya di Bandung menjadi awal mula kontribusinya dalam menyebarkan ilmu arsitektur di Surabaya, di mana ia berperan aktif dalam mendirikan dan mengembangkan pendidikan arsitektur di kota ini. Tak hanya itu, Harjono  juga sosok  keturunan pahlawan nasional Oemar Said Tjokroaminoto.

Rekomendasi