Nama Sana Arra kini menjadi topik hangat di media sosial. Anak kecil yang viral ini menarik perhatian publik karena cara bicaranya yang sangat dewasa dan jelas. Dalam berbagai video yang tersebar, Arra menunjukkan kemampuan untuk menjawab pertanyaan dengan pemikiran yang tajam, seolah-olah sudah memiliki pemahaman yang mendalam tentang banyak hal.
Kepintaran Arra membuat banyak orang penasaran, terutama mengenai cara kedua orang tuanya mendidiknya. Dalam sebuah wawancara bersama Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, Baba dan Bubu—sebutan akrab untuk ayah dan ibu Arra—membagikan metode pengasuhan yang mereka terapkan sejak dini.
Salah satu poin utama yang menarik perhatian adalah keputusan Baba dan Bubu untuk tidak menggunakan bahasa bayi saat berkomunikasi dengan Arra. Mereka meyakini bahwa anak-anak memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap bahasa jika diberikan stimulasi yang tepat sejak usia dini.
Advertisement
1. Viral di Media Sosial, Arra Bikin Warganet Kagum
Arra mulai menarik perhatian publik setelah sejumlah video yang menunjukkan kecerdasannya menjadi viral di media sosial. Banyak yang terkesima dengan cara bicaranya yang sangat lancar dan terorganisir, seolah-olah ia adalah seorang dewasa.
Selain itu, Arra juga memiliki kemampuan untuk memahami dan menjawab pertanyaan dengan logika yang sangat baik. Hal ini membuat banyak orang penasaran mengenai metode pengasuhan yang diterapkan oleh orang tuanya.
Advertisement
2. Baba dan Bubu Tidak Menggunakan Bahasa Bayi
Salah satu kunci utama kecerdasan Arra adalah pendekatan komunikasi yang diterapkan oleh kedua orang tuanya. Bubu, ibunya, menjelaskan bahwa sejak kecil, mereka tidak pernah berbicara dengan Arra menggunakan bahasa bayi. "Kalau kita bentuk komunikasinya gak pakai bahasa bayi, dia lebih bisa mencerna omongan yang ada di sekitarnya," ujar Bubu dalam wawancara. Menurutnya, hal ini membuat Arra lebih cepat menyerap berbagai informasi.
Advertisement
3. Manfaat Tidak Menggunakan Bahasa Bayi
Arra memiliki kemampuan yang baik dalam memahami bahasa sehari-hari yang digunakan oleh orang dewasa di sekitarnya. Sementara anak-anak lain mungkin kesulitan saat mendengarkan bahasa asing, Arra dapat beradaptasi dengan lebih cepat.
"Kalau anak biasa ngomong pakai bahasa Indonesia, pas dengar kata bahasa Inggris dia nggak notice. Begitu juga kebalikannya," jelas Bubu. Hal ini menunjukkan bahwa Arra memiliki keunggulan dalam menyerap informasi dari berbagai bahasa, yang membuatnya lebih peka terhadap konteks pembicaraan di sekelilingnya.
Advertisement
4. Peran NLP dalam Metode Parenting Baba dan Bubu
Ayah Arra, yang lebih dikenal dengan panggilan Baba, memiliki pengalaman sebagai pelatih dan telah mempelajari Neuro-Linguistic Programming (NLP). "Jadi basic-nya aku memang sudah biasa nge-coach orang, sama belajar juga NLP," jelas Baba ketika ditanya mengenai metode berpikir yang digunakannya dalam mendidik Arra.
NLP merupakan suatu pendekatan dalam psikologi yang menekankan pada pola komunikasi serta perilaku, dan hal ini terbukti sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif Arra.
Advertisement
5. Belajar dari Banyak Sumber
Menarik untuk dicatat bahwa Arra juga mengakui bahwa ia mendapatkan pengetahuan dari berbagai sumber di luar orang tuanya. Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan bahwa ketika ada hal yang tidak dimengerti, ia akan mencari penjelasan dari Onti atau tante. Ini menunjukkan bahwa, selain bimbingan dari Baba dan Bubu, pengaruh lingkungan di sekitarnya juga berperan penting dalam mendukung perkembangan kecerdasannya.
Advertisement
6. Komitmen Baba dan Bubu dalam Mendidik Arra
Salah satu hal yang membuat metode parenting Baba dan Bubu begitu menarik adalah komitmen mereka dalam mendidik Arra. Saat ditanya apakah mereka pernah merasa lelah menghadapi rasa ingin tahu Arra yang tinggi, Baba dengan tegas mengatakan bahwa hal itu tidak pernah menjadi masalah. "Itu komitmen dari awal. Aku memang suka sama anak-anak, jadi nggak ada tuh yang kayak gitu," ujarnya. Menurutnya, mendengarkan pertanyaan Arra justru menjadi hiburan tersendiri.