Aktris Febby Rastanty baru-baru ini menceritakan perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam sebagai keyakinan. Ia lahir dalam keluarga yang memiliki latar belakang agama yang berbeda, yang memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi dan menentukan keyakinannya sendiri.
"Aku lahir dari papa sama mama yang kepercayaannya berbeda, jadi sebenarnya enggak ada yang benar-benar mengajarkan aku agama," ungkap Febby Rastanty dalam wawancara di YouTube Daniel Mananta yang dikutip pada Senin (9/12).
"Aku bisa dengan bangga bilang bahwa aku memilih dan menemukan jalanku sendiri," sambung Febby.
Advertisement
Belajar Agama dari Sekolah
Dalam proses pencariannya, Febby menjelaskan mempelajari bacaan salat dari sekolah, bukan dari keluarganya atau ayahnya yang merupakan seorang Muslim.
"Karena semua bacaan salat aku tuh aku dapatin dari sekolah, bukan diajari sama keluarga. Papa juga ibaratnya Islam KTP. Kata papa, yang paling penting kepercayaannya harus Islam, tapi dia bukan tipe yang bisa mengajarkan secara teknis Islam itu gimana," cerita Febby.
Hal ini menunjukkan pendidikan agama yang ia terima lebih banyak berasal dari institusi pendidikan ketimbang dari keluarganya sendiri. Meskipun begitu, Febby merasa ada kekurangan dalam pemahaman agama yang diajarkan orang tuanya.
Keputusan untuk lebih mendalami ajaran Islam muncul seiring dengan perjalanan hidupnya, terutama ketika ia menghadapi berbagai tantangan pribadi. Salah satu momen penting yang ia sebutkan adalah saat mencoba untuk masuk ke Universitas Indonesia (UI), yang menjadi titik balik dalam perjalanan spiritualnya.
Pengalaman tersebut memotivasi Febby untuk mencari pemahaman yang lebih dalam tentang keyakinan yang dianutnya.
Advertisement
Temukan Ketenangan dari Salat
Febby Rastanty menceritakan pengalamannya saat mencoba masuk Universitas Indonesia (UI) untuk kedua kalinya.
"Jadi aku mencari sendiri, dan ternyata pas aku dalam proses yang kedua kalinya aku mencoba masuk UI, ya aku banyakin salat," kenangnya.
Dalam proses tersebut, ia merasa salat memberikan ketenangan dan kesabaran yang lebih dalam dirinya. Hal ini membuatnya semakin yakin pada ajaran Islam yang dianutnya.
"Ternyata aku jadi lebih tenang, lebih sabar, lebih Islam," ungkap Febby Rastanty.
Pengalaman ini menunjukkan bagaimana praktik spiritual dapat berkontribusi pada kesehatan mental dan emosional seseorang dalam menghadapi tantangan hidup.
Advertisement
Reaksi Netizen
Setelah mendengar cerita dari Febby Rastanty, banyak warganet yang memberikan beragam komentar.
Salah satu netizen berkomentar, "Kebanyakan anak zaman old pasti gini, belajar sendiri buat memahami Islam karena ortu emang ga banyak membantu,".
Sementara itu, netizen lain menambahkan, "Benar juga. Setelah dipikir-pikir, sekolah yang mengajarkan aku untuk membaca sholat, karena ortu tidak terlalu berperan di bidang agama walaupun mereka semua Muslim," menekankan pentingnya pendidikan formal dalam pengajaran agama.