Taylor Swift memulai konser tur bertajuk 'The Eras Tour' pada Jumat (17/3) di State Farm Stadium Glendale, Arizona, Amerika Serikat. Konser yang berlangsung selama 3 jam ini dihadiri 65 ribu penonton.
Taylor Swift berhasil mengguncangkan sejarah sebagai penyanyi solo yang secepat kilat bisa berganti-ganti kostum, meskipun membawakan 44 lagu yang terbagi dalam 10 tema. 10 tema tersebut merupakan representasi dari 10 album yang pernah dirilisnya dari mulai debut pada tahun 2006 hingga 2022.
Mengusung konsep out of the box, Taylor tampil spektakuler dengan berbagai kostum yang dia kenakan beserta efek panggung yang mencengangkan. Kemewahan mendominasi keseluruhan konser.
Advertisement
Kostum-kostum dikenakan pada konser tersebut, di antaranya bodysuit gemerlap, gaun berpinggiran emas yang identik dengan album ‘Speak Now’, gaun korset marigold identik dengan lagu 'Tis the Damn Season dan Champagne Problems.
Kostum-kostum yang dikenakan oleh Taylor bekerja sama dengan perancang busana dunia. Salah satunya adalah Alberta Ferretti yang merancang busana untuk album Folklore yaitu gaun lavender.
"Saya merasa terhormat dia meminta saya merancang gaun untuk acara spesial ini. Saya selalu terpesona oleh wanita yang terus-menerus mempertanyakan dan menantang diri mereka sendiri dan Taylor, dengan karyanya, telah menunjukkan dirinya sebagai seniman multifaset, mampu terus berubah dan berkembang,” kata Ferretti.
Konser ini sukses memecahkan rekor sebagai penjualan tiket konser penyanyi wanita solo terlaris hanya dalam satu hari yakni 2,4 juta.
Konser ini pun sekaligus obat rindu Taylor dengan para penggemarnya yang sudah menanti-nantikan kembalinya Taylor tur keliling dunia.
“Saya tidak tahu bagaimana memproses semua ini dengan cara yang saya rasakan saat ini. Kita punya banyak waktu bagi saya untuk mencoba menyimpulkan perasaan saya tentang betapa saya merindukan kalian semua dan betapa bahagia saya melihat kalian,” ucap Taylor di atas panggung.
Reporter Magang: Vanya Vinkan Diamanti