Sosok Tyson Pangeran sudah tidak asing lagi bagi para pecinta sinetron Preman Pensiun. Dia merupakan pemeran tokoh Joni.
Joni Preman Pensiunmengungkapkan jika dirinya sempat menjadi anggota geng motor. Dia bahkan sempat menjadi target operasi (TO) polisi.
Hingga kemudian ada satu kejadian yang mengubah hidup Joni Preman Pensiun. Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir DIKDIK Channel.
Advertisement
Jadi Anggota Geng Motor
Joni mengaku jika dirinya sempat menjadi anggota geng motor semasa SMA. Dia mengungkapkan alasannya masuk geng motor.
"Sebelum turun di entertain, saya sekolah biasa, selesai di SMA. Terus nyambung masuk teater kelas 2 SMA. Masuk sanggar diTaman Budaya Jawa Barat. Dulu teh masuk geng motor biar aman we gitu. Dari kelas 1 masuk geng motor. Ikutan geng motor. Jadi menjalani seni sama geng motor barengan," kata Joni.
Advertisement
Jadi Target Operasi Polisi
Joni terlibat dalam penyerangan sebuah minimarket di Bandung. Dia kemudian menjadi TO polisi. Ruamhnya pun digrebek polisi.
"Ketika saya ikutan geng motor pernah kausuman seperti anak geng motor pada umumnya. Pernah rumah saya digrebek sama Polrestabes Bandung karena penyerangan Circle K yang di Dago. Digrebek, ibu saya nelepon ke hp saya sampai 12 kali. Itu posisi lagi di jalan. Di chat 'ada apa mah'. Mamah bilang 'Jangan pulang', chatnya begitu. Saya telepon kenapa ga boleh pulang, 'polisi, Polrestabes Bandung di rumah'. Nah sejak kejadian itu saya kabur selama 6 bulan, jadi saya ketemu ibu saya itu cuma gantian baju, tukeran dimana karena baju habis. Sampai setelah satu kejadian saya," ucap Joni.
Advertisement
Momen yang Mengubah Hidup Joni
Joni pun masih dalam pelarian untuk menghindari kejaran polisi. Hingga kemudian dia mendapat telepon ibunda yang mengabarkan jika sang ayah meninggal dunia.
"Ketika saya jadi TO di Polrestabes Bandung saya kabur ke kosan Ubed. Sampai satu har saya pulang subuh jam 4. Ini momen perubahan hidup saya. jadi disitu saya pulang, ibu saya nelepon 'Nak bapa kita meninggal'. Jadi ketika saya jadi geng motor lagi TO, Di perjalanan saya ga yakin bahwa bapak saya meninggal. Yang ada di kepala saya 'kenapa bapak saya harus meninggal ketika saya lagi TO'. Ketika di rumah duka saya meluhat mayat bapa saya. Itulah momen perubahan saya, ternyata selama ini saya meninggalkan keluarga saya meperjuangkan sebuah geng motor yang sebenernya ga ada ujungnya ngapain," kata Joni.
Advertisement
Fokus di Teater
Joni pun benar-benar meninggalkan geng motor. Dia akhirnya fokus di teater.
"Akhirnya saya fokus bertaeter. Dari situ berhenti (geng motor)," ucap Joni.