Nama grup Soneta sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Soneta merupakan grup musik dangdut yang didirikan oleh Rhoma Irama pada tanggal 11 Desember 1970. Grup ini pun menjadi sangat dikenal lewat penampilannya di atas panggung. Apalagi sosok Rhoma yang begitu dikenal publik.
Rhoma Irama pun berkesempatan untuk berjumpa dengan para personel Soneta formasi pertama. Kini grup Soneta hanya menyisakan tiga orang personel, sebab sebagian personelnya sudah meninggal dunia.
Advertisement
Momen Rhoma Reuni dengan Personel Soneta Formasi Pertama
Rhoma berkesempatan untuk mengunjungi rumah dari H Hadi yang merupakan pemain seruling. Hal itu terungkap dari channel youtube Azam Mbul.
Saat itu di lokasi ada juga dua personel lain yakni H Nasir (Mandolin) dan Wemphy (Rhytm).
Advertisement
Sudah Sepuh
Perjumpaan Rhoma bersama rekan-rekan seperjuangannya cukup mengharukan. Awalnya H Hadi lupa dengan sosok Rhoma, sebab sudah lama tak berjumpa.
H Hadi yang merupakan pemain seruling di grup Soneta tampak sudah sangat sepuh. Dia pun sempat menyebut jika Rhoma merupakan H Nasir.
Advertisement
Berbincang Akrab
Rhoma pun seolah reunian kembali dengan grup Soneta formasi pertama. Personel grup yang dikenal di era 70-an kini sudah berumur.
Mereka pun tampak berbincang akrab. Sesekali mereka pun tertawa.
Advertisement
Haru
Momen haru seketika muncul saat Rhoma membisikan sesuatu kepada H Hadi. Meski telah duduk di samping Rhoma, H Hadi rupanya masih belum menyadari jika itu merupakan Rhoma Irama. Namun setelah kembali diberi tahu jika itu merupakan Rhoma, H Hadi pun kemudian mencium tangan Rhoma.
Rhoma pun tak bisa menahan haru. Dia pun tak bisa membendung air matanya. Sebelum pulang, Rhoma menitipkan pesan kepada H Hadi untuk tidak lupa salat.
"Yang penting solat solat ye," kata Rhoma kepada H Hadi.
Advertisement
Sebagian Personel Telah Meninggal
Personel Soneta kini tinggal menyisakan tiga orang yakni Rhoma Irama, H Hadi dam Wemphy. Lima orang personel lain yakni Riswan (keyboard), Herman (bass), Kadir (gendang) dan Ayub (timpani dan tamborin) telah meninggal dunia.
Kabar terbaru H Nasir meninggal dunia pada 3 Februari 2020 lalu karena penyakit jantung. H Nasir yang sebelumnya telah menyatakan pensiun telah digantikan oleh anaknya, Zuhri Nasir.