Kunjungi Siswa SMP Korban Bully di Malang, Ashanty Sebut Bully Tak Dibenarkan

Hal itu terungkap dari postingan terbaru Ashanty di instagram. Selain Ashanty dan Anang, tampak pula Aurel dan Azriel.

Dian Rosadi
Oleh Dian Rosadi - Reporter
Kunjungi Siswa SMP Korban Bully di Malang, Ashanty Sebut Bully Tak Dibenarkan
Ashanty Jenguk Korban Bullying. ©2020 Merdeka.com/Instagram Ashanty

Ashanty dan Anang Hermansyah serta anak-anaknya mengunjungi rumah anak yang menjadi korban bully di Malang, Jawa Timur. Akibat bully dari teman-temannya, jari tengah MS (13), siswa kelas 7 SMPN 16 Kota Malang harus diamputasi.

Hal itu terungkap dari postingan terbaru Ashanty di instagram. Selain Ashanty dan Anang, tampak pula Aurel dan Azriel.

Berkunjung ke Rumah Anak Korban Bullying

Ashanty dan keluarganya datang langsung ke Malang untuk menjenguk MS.

"Berkunjung ke anak yg terkena korban bullying atau kekerasan disekolah, di Malang," tulis Ashanty.

Tindakan Bully Tak Dibenarkan

Ashanty pun menyampaikan jika apapun bentuknya, tindakan bully tidak dibenarkan. Sebab akan memberikan dampak psikologis bagi korban bully.

"Apa pun itu yg namanya Bully tidak dibenarkan.. selain psikis anak ini kehilangan jari tangan nya, kaki dan badan nya masih kesakitan terbaring dikasur.. terima kasih sudah memperbolehkan kami datang," katanya.

Tak Boleh Terulang

Ashanty pun berharap kejadian erupa jangan sampai terulang kembali.

"Semoga kedepan kejadian seperti ini tidak terulang lagi.. karena efek dari bully itu bukan hanya sebentar, ada yg bisa sampai merusak masa depannya," ungkapnya.

Rekomendasi