Sebagian Kontennya Diblokir Kominfo, Youtuber Kimi Hime Mengadu ke Jokowi

YouTuber Kimi Hime angkat bicara setelah konten videonya dianggap vulgar. Hal ini berimbas sebagian kontennya diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dian Rosadi
Oleh Dian Rosadi - Reporter
Sebagian Kontennya Diblokir Kominfo, Youtuber Kimi Hime Mengadu ke Jokowi
kimi hime. ©2019 Merdeka.com

YouTuber Kimi Hime angkat bicara setelah konten videonya dianggap vulgar. Hal ini berimbas sebagian kontennya diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Lewat channel YouTube miliknya yang berjudul 'DEAR BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO....', wanita benama asli Kimberly Khoe ini memberikan penjelasan. Kimi Hime bahkan sampai meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan kasusnya.

Bantah Sebagian Besar Penonton Anak-Anak

Lewat video berdurasi 20 menit 50 detik, Kimi Hime menjelaskan jika penonton anak-anak hanya sebagian kecil. Hal ini untuk menanggapi keberatan dari sejumlah pihak yang menyebut jika sebagian besar penonton video di channel youtube Kimi Hime adalah anak-anak. Kimi Hime pun membeberkan data statistik penontonnya.

"Dari statistik ini 50 persen penonton saya ada di umur 18-24 tahun. Selebihnya di usia 25 hingga 34 tahun. Sementara yang berusia di bawah 17 tahun hanya 16 persen saja. Jadi kalau dibilang penonton saya kebanyakan anak-anak adalah salah. Kalau ada orang tua yang merasa bahwa konten saya untuk anak-anak tidak benar," katanya.

Kimi menyebut, jika youtube diperuntukan untuk semua umur dan golongan. Jika ada anak-anak yang menonton video di channel youtube miliknya dirinya tidak bisa melarang.

"YouTube itu untuk semua umur dan golongan dan kita kreator termasuk Saya bikin konten untuk menghibur. Saya tidak bisa melarang anak-anak apabila mereka melihat konten saya. Di sini peran orang tua lebih diutamakan ya, karena di sini orang tua harusnya mengawasi apa yang dimasukkan dan dicerna oleh anak-anak mereka. Jadi memblokir itu bukan solusi," kata Kimi.

Bantah Memuat Konten Vulgar

Kimi Hime membantah dirinya juga disebut membuat konten bernuansa vulgar. Dia pun meminta pihak terkait mengecek konten mana yang dianggap terlalu vulgar.

"Saya tidak pernah membuka pakaian, boleh cek tidak ada buka baju sama sekali. Saya tidak pernah sekalipun menyebutkan kata-kata berbau seksual baik di video maupun di thumbnail. Saya tidak pernah menyebut anggota badan, kelamin, Saya tidak pernah menyebutkan itu sama sekali. Jadi kalau misalkan dianggap vulgar pornografi hanya berdasarkan asumsi saja," ucap Kimi Hime.

Minta Bantuan Presiden Joko Widodo

Dalam tayangan video tersebut, Kimi Hime menyampaikan permohonan bantuan kepada Presiden Joko Widodo. Dia meminta presiden untuk membantu persoalan yang menimpanya. Kimi Hime mengaku tidak tahu kepada siapa lagi dirinya harus mengadu.

"Saya enggak ngerti saya mesti gimana, tolong bapak presiden. Saya engga tahu harus mengadu ke mana lagi selain bapak presiden yang memang Saya tahulah memang peduli sama industri game para konten kreator," ucapnya.

"Saya minta tolong kepada bapak presiden supaya membantu menyelesaikan kasus ini. Supaya keadilan terjadi dan juga supaya tidak ada lagi kasus-kasus yang kurang mengenakan bagi content creator dan juga komunitas YouTube di Indonesia," sambung Kimi.

Rekomendasi