Princess, Bajak Laut & Alien telah dibuat versi novel

Dua penulis novel ternama Clara Ng dan Icha Rahmanti adalah dua sosok sukses mengaplikasikan film PBA dalam sebuah novel dengan judul yang sama.

Kapanlagi.com
Oleh Kapanlagi.com - Reporter
Princess, Bajak Laut & Alien telah dibuat versi novel
dok. Press Release

Sebuah film omnibus anak berjudul PRINCESS, BAJAK LAUT & ALIEN (PBA) akhirnya dibuat menjadi sebuah novel anak. Dua penulis novel ternama Clara Ng dan Icha Rahmanti adalah dua sosok sukses mengaplikasikan film PBA dalam sebuah novel dengan judul yang sama.

Bukan hal mudah bagi Clara dan Icha yang sebelumnya berduet menulis novel PINTU HARMONIKA melakukan tugas ini. Pasalnya, biasanya novel hadir terlebih dahulu baru diaplikasikan dalam sebuah film, tapi kali ini berbeda. Belum lagi, tantangan dari penerbit PlotPoint Kreatif yang hanya memberikan waktu 50 hari bagi dua penulis kondang itu untuk mewujudkan film PBA menjadi sebuah novel.

"Saya dapat kontak dari penerbit, bahwa mereka mau rilis film ini akhir bulan Desember dan ingin film ini dijadikan sebuah buku. Saya baca skenarionya dan sangat menarik. Ini ada kemungkinan bisa dibuat novel. Kemudian saya ajak Icha buat novel ini," ungkap Clara saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/11).

"Waktu kami di-brief untuk buat novelnya, di sini kan ada empat cerita dan sulit disatukan menjadi satu frame. Akhirnya kami lakukan perombakan besar dan kami hanya ambil 20 persen dari skenario. Belum lagi kami dapat challenge dari penerbit untuk menulis novel ini dalam waktu 50 hari," timpal Icha yang sebelumnya menulis novel CINTAPUCCINO pada tahun 2004.

Karena harus melakukan perombakan besar, keduanya pun mencoba untuk menambahkan beberapa tokoh tanpa mengurangi essensi cerita dalam film agar novel setebal 350 halaman itu terwujud. Dengan hadirnya buku ini, Clara berharap anak-anak Indonesia terutama yang berusia 8-12 tahun yang menjadi target film ini mulai untuk menumbuhkan budaya membaca yang dirasa kurang.

"Ini sebenarnya untuk pembaca 8-12 tahun. Saya juga berpikir agak susah untuk usia setelah 8 tahun membaca. Budaya baca bukunya berkurang. Tujuannya juga agar buku dan film akan melengkapi. Selain itu, buku ini bisa dijadikan teman berimajinasi dan berpetualang anak," terang Clara.

Film omnibus PBA yang diproduksi Cinema Delapan ini disutradarai oleh empat director handal, yakni, Upi, Rizal Mantovani, Eko Kristianto, dan Alfani Wiryawan. Tak ketinggalan dalam film yang diputar dalam ajang American Film Market (AFM) pada 6-13 November 2013, di Santa Monica, California, Amerika Serikat itu dibintangi oleh Luna Maya, Tora Sudiro, dan beberapa bintang film ternama lainnya. Rencananya, film PBA bakal dirilis pada 9 Januari 2014 dan novelnya akan lebih dulu dirilis bulan Desember 2013.

(kpl/pur/dka)

Rekomendasi