Nostalgia Soimah: Anak Pejabat Desa Suka Colong Duit Orangtua
Merdeka.com - Soimah menceritakan kisah masa kecilnya saat menetap di kampung halaman bersama dengan orangtuanya. Sembari bernostalgia, Soimah bercerita bahwa dulu saat dirinya masih kecil pernah nyolong uang orangtua. Padahal, orangtuanya merupakan pejabat desa yang disegani.
Bukan tanpa alasan Soimah melakukan hal tersebut. Kata Soimah, sejak kecil ia tak pernah dikasih uang jajan oleh kedua orangtuanya. Maka dari itu, ia memilih untuk mengambil uang secara diam-diam agar bisa jajan.
Hal tersebut diceritakan Soimah dalam video di saluran YouTube Abdel Achrian dengan tajuk 'Wawancara Soimah - Pernah Tinggal di Dalam Garasi' yang tayang pada 2 Desember 2020 lalu. Soimah menceritakan tentang banyak hal, termasuk masa lalunya.
Pejabat Desa
Soimah bercerita mengenai orangtuanya yang ternyata merupakan pejabat desa. Saat masih kecil, Soimah menetap di kampung. Ia kemudian mengatakan bahwa sang ayah merupakan seorang Carik Desa yang bertugas untuk membantu Lurah dalam bidang administrasi.
"Sebenernya jadi dulu bapak saya itu Carik, sekretaris desa. Zaman dulu yang namanya carik itu pangkatnya ini lah, sekarang juga masih ini. Bapak pensiun diambil ibu karena kan udah tua bapak. Kan ceritanya duda dapet perawan. Ibuku yang jadi Carik," jelas Soimah.

YouTube Abdel Achrian ©2020 Merdeka.com
Dididik Bagai Orang Susah
Meski merupakan anak dari pejabat desa, Soimah justru merasa dididik bagaikan orang susah orang kedua orangtuanya. Ia nyaris tak pernah dibelikan baju bagus, kebutuhan seperti body lotion, dan uang jajan pun terbatas.
"Di sana mayoritas nelayan, bergelut dengan ngasih makan anaknya dari ikan. Sebenernya masih disebut susah banget sih enggak, cuma ibu ku tuh didik anaknya kayak orang susah. Makanya sama duit, sama apapun itu apalagi baju bagus, hand body boro-boro," terangnya.
Royal Soal Makanan
Namun, kata Soimah, kedua orangtuanya justru sangat royal bila soal makanan. Bila ada orang yang datang ke rumah, mereka selalu menyuguhi banyak sekali makanan.
"Baju aja kalau malam takbir gak nangis aja gak dibeliin istilahnya. Kalau makan emang gila sih, siapa yang dateng dikasih makan," kata Soimah.
"Atau uangnya mungkin abis buat itu?," tanya Abdel.
"Ada sebenernya," jawabnya.
Nyolong Uang
Soimah tahu betul bahwa kedua orangtuanya memiliki cukup uang, maka dari itu ia kerap mengambil uang orangtuanya secara diam-diam.
"Makanya aku suka nyolong," celetuk Soimah sembari tertawa.
"Suka nyolong," imbuh Abdel tertawa.
Penjelasan Soimah
Lebih lanjut Soimah memberikan penjelasan mengenai kebiasaannya yang suka ngambil uang orangtua. Hal tersebut karena ia merasa tak pernah diberi uang jajan.
"Karena gak pernah dikasih uang jajan, terus uang saku aja kalau aku gak bangun, ibu kan berangkat ke pasar jam tiga pagi. Kalau aku gak bangun ya gak dikasih uang saku," jelasnya.
"Terus kalau pulang sekolah itu kan ibu kalau belum pulang dari pasar kan gak ada lauk, gak ada yang masak. Ya gak ada duit juga untuk jajan apa segala macem. Ya kita muter otak sendiri," sambungnya.
(mdk/end)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya