Mengintip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Jadi Saksi Irwan Mussry Meminang

Maia mengungkapkan bahwa ruang tamu tersebut sarat akan kenangan, begitu pula dengan seluruh bagian rumah yang menyimpan cerita-cerita indah dari masa lalu.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Mengintip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Jadi Saksi Irwan Mussry Meminang
Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya (© 2025 Liputan6.com)

Ruang tamu di rumah masa kecil Maia Estianty yang terletak di Surabaya ternyata menyimpan banyak kenangan berharga dalam perjalanan cintanya. Di tempat yang sederhana ini, Irwan Mussry datang tanpa pendamping untuk melamar Maia secara langsung kepada orang tuanya. Momen sakral ini diceritakan Maia Estianty di kanal Youtube pribadinya Maia Aleldul TV, saat berkunjung dan menemui sang ayah beberapa waktu lalu.

Di ruang tamu yang dihiasi perabotan sederhana namun klasik ini, Irwan berhasil mencuri hati kedua orang tua Maia, sehingga ia diterima sebagai calon menantu. Maia mengungkapkan bahwa ruang tamu tersebut sarat akan kenangan, begitu pula dengan seluruh bagian rumah yang menyimpan cerita-cerita indah dari masa lalu.

Dalam video tersebut, Maia juga meluangkan waktu untuk bernostalgia sembari melihat kondisi ayahnya sebelum melanjutkan aktivitasnya di ibu kota keesokan harinya.Simak informasi terkait ruang tamu yang berkesan bagi kisah cinta artis dan penyanyi kelahiran 27 Januari 1976 itu, dirangkum Merdeka.com, Kamis (17/7).

Ruang Tamu Jadi Saksi Sakral Irwan Mussry Melamar Maia Estianty

Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Tempat Irwan Mussry Meminang
Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya © 2025 Liputan6.com

Ruang tamu di rumah Maia Estianty memancarkan suasana klasik dan hangat. Hal ini terlihat dari keberadaan sofa serta kursi kayu bermotif floral yang menghiasi interior rumahnya. Ruangan ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan dengan puluhan tahun yang lalu, ketika Maia masih tinggal di sana.

Di tengah ruangan, terdapat meja tamu berbentuk persegi panjang yang dihiasi dengan taplak dan toples berisi camilan. Di sekeliling meja, kursi-kursi dengan desain punggung melengkung tersusun rapi, dengan warna-warna lembut seperti krem dan merah marun yang semakin memperkuat nuansa nostalgia khas rumah keluarga Jawa modern.

Sembari merekam vlog, Maia berbagi cerita tentang momen bersejarah ketika Irwan melamarnya di hadapan orang tuanya. Ia mengungkapkan bahwa pada waktu itu, Irwan datang menemui kedua orang tuanya seorang diri untuk menyampaikan maksud kedatangannya.

"Ini adalah rumah masa kecilku dari aku lahir sampai tahun 1994. Dulu, mas Irwan, melamar aku di ruang tamu ini sendirian, tanpa ditemani oleh siapapun, menghadap bapak dan ibu, sendiri dan di ruangan ini," kata Maia, di video tersebut, dikutip Merdeka.com.

Lampu Meja Klasik dan Dinding Tone Oranye Bata

Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Tempat Irwan Mussry Meminang
Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya © 2025 Liputan6.com

Cahaya kuning yang dipancarkan oleh lampu meja menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan. Tirai berwarna putih krem yang terpasang di samping jendela juga berfungsi untuk menyeimbangkan pencahayaan alami saat siang hari.

Warna dinding yang didominasi oleh nuansa oranye bata dengan aksen coklat tua memberikan kesan klasik yang nyaman. Meskipun tidak terlalu mencolok, kombinasi warna ini mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung yang datang.

Kombinasi warna tersebut menjadi latar belakang yang ideal untuk berbagai pigura kenangan keluarga yang tertata rapi di dinding. Keberadaan lampu meja yang bergaya klasik serta penataan dekorasi yang sederhana justru berhasil menciptakan suasana kekeluargaan yang sangat kental.

Pajangan Dinding Sendok Antik

Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Tempat Irwan Mussry Meminang
Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya © 2025 Liputan6.com

Salah satu elemen menarik yang berhasil menarik perhatian Irwan Mussry adalah sebuah pajangan dinding yang berbentuk bingkai, yang di dalamnya terdapat deretan sendok antik. Pajangan tersebut terdiri dari sendok perak berukir yang ditata dengan rapi dan simetris di dalam bingkai kaca, menjadikannya lebih dari sekadar dekorasi, tetapi juga sebagai simbol koleksi keluarga yang memiliki makna historis yang mendalam.

Irwan tampak menghabiskan waktu yang cukup lama untuk memperhatikan pajangan tersebut, yang menunjukkan rasa ingin tahunya serta kekaguman yang mendalam. Kekaguman yang ditunjukkan Irwan terhadap detail-detail rumah tersebut mencerminkan betapa ia menghargai warisan dan sejarah yang dimiliki oleh keluarga Maia.

"Wuih, sendoknya banyak ini, pasti anak-anaknya suka makan ini," kata Irwan, sembari bercanda dan mengagumi sendok-sendok pajangan di dinding ruang tamu.

Irwan Mussry Melihat-Lihat Foto Masa Muda Ayah Maia Estianty saat Menjabat Sebagai Rektor ITS

Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Tempat Irwan Mussry Meminang
Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya © 2025 Liputan6.com

Selama kunjungannya, Irwan menyempatkan diri untuk melihat berbagai foto-foto lama keluarga, termasuk potret ayah Maia ketika masih menjabat sebagai Rektor ITS. Salah satu foto yang menarik perhatian menunjukkan ayah Maia mengenakan toga akademik lengkap, berdiri di podium dengan ekspresi penuh percaya diri. Irwan terlihat memperhatikan setiap detail foto tersebut dengan penuh rasa hormat. Hal ini bukan hanya mencerminkan rasa hormatnya kepada calon mertuanya, tetapi juga menunjukkan kekaguman yang mendalam terhadap prestasi akademik dan intelektual yang dimiliki oleh keluarga Maia.

Di samping itu, Irwan juga diperlihatkan beberapa foto pernikahan antara ayah dan ibu Maia Estianty, yang menunjukkan mereka sebagai pengantin muda. Dalam foto-foto tersebut, keduanya terlihat sangat serasi, dengan nuansa foto hitam putih yang khas dari era 1960-an hingga 1970-an. Irwan menyimak foto-foto tersebut dengan serius dan tampak terkesan, menunjukkan betapa dia menghargai sejarah dan perjalanan hidup keluarga Maia.

Maia Estianty Nostalgia Kamar Masa Kecilnya yang Ia Tempati Bersama Saudara

Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Tempat Irwan Mussry Meminang
Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya © 2025 Liputan6.com

Maia pernah memperlihatkan kamar lamanya yang didominasi oleh warna ungu. Di dalam kamar itu, terdapat tumpukan bantal serta kasur yang ditutupi bed cover dengan corak yang khas. Ia menceritakan bahwa kamar tersebut dulunya dihuni bersama saudara-saudara. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, kamar itu menyimpan banyak kenangan indah dari masa kecilnya.

Di dinding, terdapat cermin kecil yang kini digunakan untuk menggantung ikat pinggang dan berbagai aksesori. Sementara di sisi lainnya, ada meja rias dan printer yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Kamar ini saat ini lebih sering digunakan sebagai ruang serbaguna, tetapi keaslian desainnya tetap terjaga. Bagi Maia, kembali ke kamar masa kecilnya membawa kembali berbagai emosi. Ia tidak bisa menahan tawa saat mengenang masa kecil dan momen kebersamaan dengan keluarganya di ruang tersebut.

"Jadi di rumahku itu ada kamar, ya. Kamarnya itu 3x3 ya, ini zaman aku masih kecil banget, isinya di sini itu 3 orang. Tiga orang tidur di kamar ini ya gruntelan zaman dulu," kata Maia.

Dapur dan Ruang Makan yang Jadi Satu dengan Suasana Nyaman

Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya, Tempat Irwan Mussry Meminang
Intip Interior Ruang Tamu Rumah Maia Estianty di Surabaya © 2025 Liputan6.com

Ketika berpindah ke bagian dapur, terlihat bahwa dapur dan ruang makan menyatu dalam satu area terbuka tanpa pembatas. Suasana yang dihadirkan sangat bersih dan fungsional, dilengkapi dengan lemari atas dan bawah yang terbuat dari kayu berwarna gelap. Berbagai peralatan dapur tersusun rapi di atas meja, mulai dari microwave, rice cooker, blender, hingga toples makanan.

Di bagian tengah, meja makan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan kue-kue dan botol minum. Terdapat tudung saji transparan yang menutupi makanan, yang mencerminkan kesiapan rumah untuk menjamu tamu. Lampu gantung dengan desain vertikal memberikan sentuhan elegan yang tetap sederhana.

Area ini menjadi ruang berkumpul bagi keluarga dengan suasana yang santai dan nyaman. Kehadiran tanaman hias kecil serta penataan barang yang tidak berlebihan mencerminkan kebiasaan keluarga dalam menjaga kerapian dan kehangatan, menjadikan dapur sebagai pusat aktivitas di rumah.

Rekomendasi