Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Konser 42 tahun God Bless, nostalgia pecinta rock Indonesia

Konser 42 tahun God Bless, nostalgia pecinta rock Indonesia God Bless ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Merdeka.com - Konser grup band lengendaris God Bless yang bertajuk KONSER MUSIKKUKEREN: PANGGUNG SANDIWARA' terbilang sukses. Ciputra Artpreneur Theater, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu penampilan band rock legendaris tersebut.

Meski sudah tidak muda lagi, Ahmad Albar, Donny Fatah, Ian Antono, Abadi Soesman dan Fajar Satritama berhasil memanaskan sekitar 1000 penonton yang duduk rapi dalam theater. Lagu Kepada Perang, Bla Bla Bla, Menjilat Matahari, Selamat Pagi Indonesia menjadi empat lagu pertama sebagai pembuka konser.

God Bless Community dikejutkan dengan kemunculan Eet Syahrani dari tengah-tengah yang raungan gitar elektriknya yang begitu nyaring. Solo gitar yang dipertontonkan mantan gitaris God Bless yang kini menjadi gitar Edane itu cukup menghibur penonton.

Setelah puas dengan menggemparkan panggung, Eet memanggil personel God Bless. Tapi bukan Ahmad Albar yang muncul, melainkan Husein Alatas. Jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu langsung meneriaki dengan suara khasnya yang ngerock lanjut lantunkan lagu Serigala Jalanan.

017 bambang

Lagu Bis Kota yang hits pada jamannya menjadi tembang berikutnya. Suara dari bangku penonton mengikuti lengkingan vokal sang frontman, Iyek. Tak ketinggalan lagu Musisi yang membuat para penonton sing along.

Penyanyi wanita, Maria Calista mendapat kehormatan menyanyikan lagu Pudar. Sementara lagu B' dan S' dibawakan secara akustik dengan iringan orkestra pimpinan Astrid Lea. Mantan vokalis Seurieus, Candil, berduet dengan Ahmad Albar bawakan lagu Aku Harus Jadi Superstar.

Sebelum menutup konser secara keseluruhan, sang promotor Helmy Yahya naik ke atas panggung menceritakan suka duka mempromotori band idolanya itu. "Saya besar bersama lagu-lagu God Bless, perjuangan saya sama Donny untuk konser ini sangat berat. Tidak banyak dukungan sponsor, bahkan tv-tv menolak men-support karena God Bless dinilai sudah tua dan tidak punya pasar," kisahnya.

Bantuan dari rekan sejawat memuluskan acara ini. Dengan hadirnya nama-nama musisi besar seperti Setiawan Djody, Jelly Tobing serta Triawan Munaf yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif, bisa menjadi membantu Helmy untuk proyek berikutnya.

Sebagai lagu penutup, Rumah Kita dan Panggung Sandiwara menjadi konser 42 tahun God Bless berkarya. Luar biasa sekali, tetaplah jaya legenda rock Indonesia!

(kpl/hen/otx) (mdk/merdeka)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP