Omara Esteghlal kini menjadi pusat perhatian setelah diumumkan sebagai pemeran utama dalam film Tinggal Meninggal. Menariknya, Omara terpilih bukan melalui audisi yang panjang atau proses casting yang rumit.
Dia langsung diberikan kepercayaan untuk memerankan karakter Gema hanya berdasarkan pertemuan pertamanya dengan sutradara, Kristo Immanuel. Keputusan Kristo bukan didasarkan pada dialog atau kemampuan akting, melainkan pada cara unik Omara saat menikmati lemon tea dan menghisap lemonnya.
Dalam acara konferensi pers yang diadakan untuk peluncuran trailer dan soundtrack asli film tersebut, Kristo mengungkapkan kisah menarik mengenai proses casting yang dilakukan. Ia mengakui energi yang dipancarkan Omara terasa "aneh tapi tulus", sesuai dengan karakter Gema yang ia ciptakan.
"Ketika kita berbincang, dia sambil minum lemon tea, diem saja, dan saat esnya habis, dia menghisap lemonnya perlahan... tanpa ekspresi apa pun, saya langsung berpikir, ini Gema. Dia tampak tidak melakukan apa-apa, tetapi memiliki sesuatu yang unik," jelas Kristo.
Pengalaman ini membuat Kristo, yang juga menulis naskah film, merasa tidak perlu melihat audisi lebih lanjut.
"Banyak orang bisa berakting dengan cara yang aneh, tetapi Omara memang memiliki itu secara alami," tambahnya.
Karakter Gema dalam film Tinggal Meninggal adalah sosok yang merasa dirinya aneh dan tidak pernah sesuai dengan norma-norma sosial. Sejak kecil, ia merasakan kesepian yang mendalam, sangat mendambakan kasih sayang, dan bahkan nekat memalsukan kematiannya demi mendapatkan perhatian.
Kristo merasa telah menemukan seluruh esensi karakter tersebut hanya dalam satu pertemuan dengan Omara.
Advertisement
Pemilihan Peran yang Unik
Menurut Kristo, Gema adalah sosok yang tidak bisa hanya diperankan dengan "akting gila". Ia memerlukan ketenangan serta keunikan yang alami.
"Kita tidak memerlukan orang yang bisa berpura-pura aneh. Kita butuh seseorang yang memang memiliki sesuatu di dalam dirinya yang membuat kita tidak bisa berhenti menatap," ungkapnya.
Meskipun Omara bukanlah aktor yang sering tampil dalam film komedi absurd, justru itulah yang membuatnya sangat sesuai untuk peran ini. Ia hadir tanpa beban gaya, tetapi memiliki ketulusan dalam setiap gesturnya yang kecil.
"Dia hanya diam, tetapi auranya sangat kuat. Saya langsung bilang kepada tim: saya ingin Omara, tidak mau yang lain," tambah Kristo.
Proses pemilihan ini juga menunjukkan Imajinari Studios lebih mengutamakan karakter dan energi yang autentik daripada sekadar nama besar atau tren pasar. Ernest Prakasa, selaku produser, mendukung keputusan Kristo dan menyatakan bahwa pilihan tersebut sangat "berani sekaligus tepat".
Advertisement
Sosok Gema Bagi Omara
Ketika diminta untuk berbagi pandangannya mengenai karakter Gema, Omara menyatakan sosok tersebut sangat mengena dengan pengalaman pribadinya.
"Gue pernah ngerasa kayak beda dari orang lain, tapi enggak bisa bilang gue aneh. Karena kalau dibilang aneh, rasanya juga enggak cukup gila buat jadi aneh beneran," kata kekasih Prilly Latuconsina.
Menurut Omara, Gema mencerminkan banyak individu yang tumbuh dengan perasaan tidak sejalan dalam dunia yang dianggap terlalu "normal".
"Gema itu orang yang cuma pengin ditemani, tapi dia terlalu kaku untuk nyatu sama orang lain. Jadi ya... dia milih jalan yang ekstrem. Itu nyakitin, tapi gue ngerti," kata dia.
Rasa penghayatan emosional yang mendalam ini menjadikan penampilan Omara dalam film terasa sangat alami. Tanpa harus menggunakan teknik akting yang berlebihan, ia hanya perlu menjadi dirinya sendiri, dan inilah yang membuat karakter Gema terasa hidup.
Advertisement
Sinopsis Film Tinggal Meninggal
Gema adalah seorang pria muda yang sepanjang hidupnya merasakan kesepian dan merasa tidak pernah dianggap ada. Ketika ayahnya meninggal dunia, ia untuk pertama kalinya merasakan perhatian dan empati dari orang-orang di sekitarnya, terutama dari teman-teman di tempat kerjanya yang biasanya acuh tak acuh.
Namun, saat perhatian tersebut mulai memudar, Gema melakukan tindakan yang tidak terduga: ia memalsukan kematian dirinya sendiri untuk mendapatkan perhatian yang ia inginkan kembali.
Alih-alih mendapatkan simpati yang abadi, kebohongan yang ia ciptakan justru menjeratnya dalam konflik sosial, perasaan bersalah, dan hubungan yang penuh kepura-puraan. Satu per satu, orang-orang di sekelilingnya mulai curiga terhadap keanehan yang terjadi, dan Gema harus berjuang untuk mempertahankan ilusi yang semakin sulit untuk dikelola.
Dibalut dengan komedi gelap dan kritik sosial yang tajam, Tinggal Meninggal menyelidiki tema kesepian, pencarian pengakuan, dan absurditas hidup di era digital, eksistensi sering kali dianggap lebih penting daripada kebenaran itu sendiri. Film ini merupakan debut penyutradaraan Kristo Immanuel dan akan ditayangkan di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025.