Camelia Malik berbagi kesan mendalam setelah menghadiri acara tahlilan 7 hari wafatnya Titiek Puspa. Ia merasakan suasana yang sangat khidmat dan penuh makna, serupa dengan ibadah di tanah suci.
"Saya juga lah sama, artinya bisa hadir di sini, bisa ikut berdoa. Itu aja waktu masuk ke sini saya lihat 'kok kita kayak di Mekkah ya?' semuanya putih-putih ya kan?" ungkap Camelia Malik setelah acara tahlilan di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Dresscode berwarna putih ternyata bukan tanpa alasan, melainkan permintaan langsung dari almarhumah yang memang menyukai warna tersebut.
"Itu eyang yang minta katanya, dari dulu memang dia bilang, kesenangannya warna putih, dari dulu," jelas Camelia.
Iis Dahlia juga mengingat pada perayaan ulang tahun ke-87 Titiek Puspa, tema busana yang diusung juga berwarna putih.
"Inget gak sih Bu, yang tahun kemarin Eyang ulang tahun itu juga dresscode-nya putih," tambah Iis.
Advertisement
Sosok Hangat untuk Semua Orang
Bagi Camelia, sosok Titiek Puspa memiliki kemampuan untuk menghadirkan suasana yang ceria dan hangat.
"Dan kita tuh memang hormat, sayang, cinta dan selalu pengen ketemu sama dia karena dia punya banyak kelebihan dan bisa membuat situasi selalu menjadi indah, segar, nyaman, ya kan," tuturnya.
Advertisement
Tetap Perhatian pada Orang Lain Meski Sedang Sakit
Meskipun mengalami sakit, Titiek Puspa tetap menunjukkan rasa peduli terhadap semua orang yang dikenalnya.
"Terakhir itu kalau telepon saya tuh bisa jam-jaman ya. Semua orang diteleponin sama dia ya, waktu dia sudah sakit itu telepon," kata Camelia Malik.
Iis juga menambahkan Titiek Puspa lebih memilih berkomunikasi melalui suara ketimbang melalui pesan teks.
"Karena dia gak senang kalau WhatsApp. 'Mataku lewean, utuk kuplek utuk kuplek' gitu dia bahasanya," ucap Iis.