6 Tokoh Penting Film Syirik Danyang Laut Selatan, Nikita Mirzani Jadi Penari Ledek Hingga Main Santet
Nikita Mirzani membintangi film "Syirik Danyang Laut Selatan" garapan sutradara Hestu Saputra.
Penggemar Nikita Mirzani kini dapat bertemu kembali dengan idolanya melalui film Syirik Danyang Laut Selatan yang disutradarai oleh Hestu Saputra. Dalam film ini, Nikita berperan sebagai Ningsih, seorang penari ledek utama yang terobsesi.
Obsesi yang berlebihan membuat Ningsih rela melakukan segala cara, termasuk mengirim santet kepada lawan-lawannya. Dalam Syirik Danyang Laut Selatan, Nikita Mirzani beradu akting dengan Kinaryosih, Donny Alamsyah, dan Teuku Rassya. Untuk mempersiapkan perannya sebagai Ningsih, Nikita melakukan latihan menari.
“(Latihan) sekitar satu bulan di Jakarta,” ungkap Hestu Saputra. Setelah tiba di Yogyakarta untuk proses syuting, Nikita melanjutkan latihan.
“Nikita itu sempat ke Soimah untuk menyempurnakan gerakannya,” tambahnya.
Laporan khusus Showbiz Liputan6.com kali ini mengulas enam tokoh penting dalam film Syirik Danyang Laut Selatan, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 19 Juni 2025.
Film ini menggabungkan elemen budaya dan horor, sehingga sangat dinantikan oleh para penonton. Dengan cerita yang menarik dan penampilan para aktor yang memukau, Syirik Danyang Laut Selatan menjadi salah satu film yang patut diperhatikan di tahun ini. Para penggemar tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyaksikan karya ini di layar lebar.
Sari adalah nama Richelle Skornicki
Sari kecil yang tinggal bersama ibunya dikenal sebagai sosok tomboi dan sering membuat ulah di kampung, termasuk di pasar. Saat ia tumbuh dewasa, banyak orang meyakini bahwa ia adalah keturunan "murni" yang akan meneruskan predikat sebagai penari ledek utama. Pada awalnya, Sari merasa tidak ada keterkaitan dengan predikat tersebut.
Namun, ibunya meminta Sari untuk menjalani tirakat dan menyucikan diri, serta belajar menari dengan lebih serius. Di sinilah Sari mulai menyadari bahwa ia memiliki saingan dalam pencarian untuk menjadi penari ledek utama.
Sebagai Penari Ledek Utama
Santika adalah ibu dari Sari. Dulu, ia dikenal sebagai penari ledek utama yang sangat terkenal di wilayah Selatan Jawa. Saat ini, Santika hidup sebagai seorang janda, dan reputasinya sebagai penari ledek mulai memudar.
Namun, ia percaya bahwa Sari adalah keturunan yang murni dan akan terpilih sebagai penari ledek selanjutnya. Belakangan ini, kehidupan Santika tidak pernah damai. Ia dan Sari sering kali menerima ancaman berupa kiriman santet.
Suatu ketika, hewan ternak milik Santika ditemukan mati dalam kondisi yang sangat mengerikan. Selain itu, matanya juga dipatok oleh seekor ular. Ini membuat keselamatan Sari semakin terancam.
Teuku Rassya Disebut Said
Said, yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap tokoh-tokoh pewayangan serta budaya Jawa yang kaya. Sejak masa kecilnya, ia menjalin persahabatan yang erat dengan Sari.
Ketika memasuki usia remaja, perasaan cinta Said tumbuh diam-diam kepada putri Santika. Namun, kehidupan memisahkan mereka, karena Said harus pergi untuk menuntut ilmu agama di pesantren.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Said kembali ke desanya dan terkejut melihat perubahan yang terjadi, di mana warga desa kini menyembah Danyang Laut Selatan. Dalam kondisi yang membingungkan ini, Said merasa terpanggil untuk menyelamatkan Sari dari pengaruh yang tidak baik tersebut.
Ningsih yang Diperankan oleh Nikita Mirzani
Ningsih yang sangat ingin menjadi penari ledek utama berusaha melakukan segala cara untuk mencapai cita-citanya. Di sisi lain, Santika sudah sejak awal mengingatkan Ningsih agar tidak hanya mengandalkan keinginan untuk menjadi penari ledek, karena profesi tersebut tetap memiliki nilai yang baik. Namun, alih-alih mendengarkan nasihat Santika, Ningsih justru mengancam akan menghancurkan kesempatan Sari untuk menjadi penari ledek utama. Ningsih juga tidak segan-segan merendahkan Santika, yang saat ini sudah menjanda, sebagai bentuk pembelaan terhadap ambisinya.
Lurahe adalah salah satu karya dari Totos Rasiti
Kehidupan Lurahe tampaknya sudah ideal. Ia memiliki jabatan yang tinggi, kekayaan yang memadai, dan istri yang cantik berasal dari keluarga bangsawan. Meski demikian, Lurahe merasa tidak puas meskipun segala kemewahan telah ada dalam genggamannya. Ia pun terjerumus dalam hubungan dengan wanita lain. Bahkan, Lurahe terlibat dalam praktik curang saat pemilihan penari ledek utama setelah pesona Santika mulai memudar. Istri sahnya pun menyadari semua kegilaan yang dilakukan Lurahe.
Ki Dalang, yang diperankan oleh Donny Alamsyah, adalah tokoh penting dalam cerita ini
Ki Dalang merupakan kakak dari Said dan memiliki peran penting dalam ritual pemujaan Danyang Laut Selatan serta dalam proses pemilihan penari ledek utama. Dalam trailer film Syirik, terlihat Ki Dalang sedang memainkan wayang, dan matanya tampak menghitam, seolah-olah dirasuki oleh lelembut. Ketika Said kembali ke kampung dengan membawa Al-Qur'an, beberapa buku rohani, dan melaksanakan salat di dalam kamar, Ki Dalang menunjukkan sikap yang kurang senang. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang terjadi dengan Ki Dalang?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4030042/original/026203300_1653290030-Hl_jurnl_2.jpg)