Wali Kota Singkawang Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Data Akurat
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyerukan partisipasi aktif masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026, menekankan pentingnya data akurat untuk perencanaan pembangunan daerah.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS) selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri dibagi menjadi dua tahapan utama untuk menjangkau berbagai skala usaha. Tahap pertama melibatkan pengisian kuesioner secara mandiri oleh usaha menengah dan besar, yang berlangsung dari 1 Mei hingga 30 Juni 2026. Selanjutnya, tahap kedua berupa pendataan lapangan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door yang dijadwalkan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kota Singkawang, Yanuar Lestariadi, menyatakan bahwa sebanyak 197 petugas sensus akan dikerahkan untuk tahap pendataan lapangan. Para petugas ini akan dilengkapi dengan rompi hitam berlogo BPS, tanda pengenal, serta surat tugas resmi guna memastikan legitimasi dan keamanan proses pendataan. Proses ini juga akan menggunakan aplikasi digital pada telepon genggam untuk efisiensi dan akurasi data.
Peran Strategis Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026
Wali Kota Tjhai Chui Mie menekankan bahwa camat, lurah, dan ketua RT memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026. Mereka diharapkan dapat mengawal dan mendampingi petugas di lapangan, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini penting untuk menjelaskan bahwa program ini adalah inisiatif negara, bukan terkait pajak, sehingga menghilangkan kecurigaan warga.
Menurut Tjhai Chui Mie, data ekonomi yang akurat akan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan. Kebijakan ini mencakup pengembangan usaha, peningkatan investasi, hingga penyaluran program bantuan agar lebih tepat sasaran bagi warga Singkawang. Oleh karena itu, partisipasi aktif dan jujur dari masyarakat sangat diharapkan.
Masyarakat diharapkan dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Keakuratan informasi yang diberikan akan memastikan bahwa data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi riil di Kota Singkawang. Dukungan ini krusial untuk menghasilkan gambaran ekonomi yang komprehensif dan dapat diandalkan.
Mekanisme dan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026
Kepala BPS Kota Singkawang, Yanuar Lestariadi, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan ekonomi terbesar dan paling komprehensif di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPS setiap 10 tahun sekali, menjadikannya sumber data vital untuk perencanaan jangka panjang. Pelaksanaan tahun 2026 menandai sensus ekonomi kelima sejak pertama kali dilakukan pada tahun 1986.
Petugas sensus yang berjumlah 197 orang akan melakukan pendataan secara digital menggunakan aplikasi pada telepon genggam, tidak lagi bergantung pada formulir kertas. Setiap rumah atau usaha yang telah didata akan dipasangi stiker sebagai tanda partisipasi dalam sensus. Inovasi digital ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengumpulan data di lapangan.
Hasil dari Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menyajikan data ekonomi yang terkini, akurat, dan komprehensif. Data ini akan menjadi landasan utama bagi perencanaan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dengan demikian, kebijakan yang diambil pemerintah dapat lebih berbasis bukti dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat serta pelaku usaha.
Sumber: AntaraNews