Wabup Sleman Dukung Penuh Program Penghijauan Tol Prambanan-Purwomartani, Selaras Kompensasi Pohon Lokal
Wakil Bupati Sleman mendukung program Penghijauan Tol Prambanan-Purwomartani yang selaras dengan sistem kompensasi penebangan pohon, demi lingkungan berkelanjutan. Simak detailnya!
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan dukungan penuh terhadap program penghijauan di Koridor Hijau ruas Tol Prambanan-Purwomartani. Kegiatan penanaman pohon ini berlangsung pada hari Sabtu, 25 April 2026, di wilayah Sleman. Program ini sejalan dengan kebijakan kompensasi penebangan pohon yang berlaku di Pemerintah Kabupaten Sleman.
Penanaman pohon trembesi tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) nasional. Langkah ini memastikan pembangunan infrastruktur jalan tol tetap menjaga keseimbangan ekosistem dan estetika lingkungan.
Kompensasi yang dimaksud mengharuskan proyek pembangunan yang menebang pohon di lahan publik untuk menanam penggantinya di lokasi lain. Ruas jalan tol ini memiliki segmen terpanjang yang melintasi wilayah Sleman, menjadikannya fokus penting. Program ini diharapkan mampu mengurangi polusi dan ancaman ekologis di masa mendatang.
Sinergi Program Penghijauan dan Kompensasi Pohon di Sleman
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa program penghijauan di Koridor Hijau ruas Tol Prambanan-Purwomartani sangat selaras dengan sistem kompensasi penebangan pohon. Sistem ini telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dukungan penuh diberikan karena program ini membawa dampak positif bagi wilayah.
Danang menjelaskan, kompensasi tersebut mewajibkan setiap proyek pembangunan yang memerlukan penebangan pohon di lahan publik untuk menggantinya. Pohon pengganti harus ditanam di tempat lain sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap pembangunan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan alam.
Ia juga menyoroti bahwa ruas jalan tol Prambanan-Purwomartani merupakan yang terpanjang melintasi Kabupaten Sleman. Kondisi ini menjadikan program penghijauan di koridor tol sangat relevan dan strategis. Melalui program Koridor Hijau, ruang-ruang yang belum terhijaukan dapat segera ditanami.
Penguatan Ruang Terbuka Hijau Nasional Melalui Koridor Tol
Menko IPK AHY turut serta dalam kegiatan penanaman pohon trembesi di Koridor Hijau Tol Prambanan-Purwomartani. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari penguatan program nasional Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB). Tujuannya adalah memastikan infrastruktur jalan tol tetap ramah lingkungan dan lestari.
AHY menyampaikan bahwa inisiatif ini juga merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri. Gerakan tersebut dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Penanaman pohon di sepanjang jalan tol memiliki peran krusial dalam mencapai tujuan ini.
Harapannya, pohon-pohon yang ditanam di sepanjang jalan tol di seluruh Indonesia dapat menyerap CO2 secara efektif. Hal ini akan sangat membantu daerah dalam mengurangi tingkat polusi udara. Selain itu, upaya ini juga penting untuk mitigasi ancaman ekologis yang semakin nyata.
Komitmen Pembangunan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
AHY menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur fisik yang selalu diimbangi dengan kesadaran lingkungan. Aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup harus menjadi prioritas utama. Pembangunan tidak boleh mengorbankan keberlanjutan alam untuk generasi mendatang.
Menurutnya, keseriusan dalam menjaga lingkungan adalah bentuk kasih sayang terhadap anak cucu. Lingkungan yang sehat dan lestari adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, setiap pihak harus bertindak serius dalam upaya konservasi.
Pembangunan jalan tol yang melintasi berbagai wilayah harus menjadi contoh. Integrasi antara kemajuan infrastruktur dan perlindungan lingkungan sangatlah esensial. Komitmen ini mencerminkan visi pembangunan yang holistik dan bertanggung jawab.
Sumber: AntaraNews