Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI: Perkuat Komunikasi Tanpa Kurangi Independensi
Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan yang terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan bank sentral, sembari menjamin penuh independensi Bank Indonesia.
Thomas Djiwandono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, kini telah resmi terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia.
Dalam perannya yang baru, Thomas menyatakan fokus utamanya adalah komunikasi untuk merekatkan hubungan antarlembaga, sebuah peran yang mirip dengan tugasnya saat membantu Kementerian Keuangan menyusun anggaran pemerintahan.
Ia secara tegas menekankan bahwa peran komunikasi ini tidak akan sedikit pun mengurangi independensi Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang diatur oleh undang-undang ketat.
Peran Komunikasi dan Koordinasi Fiskal-Moneter
Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa pengalaman sebelumnya di Kementerian Keuangan akan sangat relevan dalam tugas barunya di BI. Ia pernah membantu Kementerian Keuangan dalam menyusun anggaran pemerintahan Presiden Joko Widodo, khususnya dalam aspek klarifikasi dan koordinasi horizontal antar kementerian/lembaga.
Di BI, Thomas berencana untuk memainkan peran serupa, yaitu mewadahi komunikasi antara pemerintah dan sektor fiskal. Tujuannya adalah agar kebijakan fiskal dapat lebih selaras dengan kebijakan moneter yang dijalankan oleh bank sentral.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa Bank Indonesia adalah lembaga independen dengan rambu-rambu yang sangat tegas. Hal ini termasuk keputusan kolektif kolegial yang menjamin tidak adanya intervensi dari pihak manapun.
Menepis Isu Independensi dan Latar Belakang Politik
Thomas Djiwandono membantah keras dugaan adanya intervensi politik dalam proses pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI. Ia juga mengklarifikasi bahwa pengunduran dirinya dari partai politik pada 31 Desember 2025 tidak berkaitan dengan persiapan untuk posisi ini.
Menanggapi persepsi publik mengenai latar belakang politik dan kedekatan keluarganya, Thomas mengakui bahwa hal tersebut adalah fakta yang tidak dapat dihindari. Namun, ia berharap masyarakat dapat melihat rekam jejak profesionalnya di bidang keuangan.
“Bahwa latar belakang saya dulu sebagai politisi, atau bahkan kedekatan keluarga, itu fakta. Tapi, tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya,” tutur Thomas. Ia menekankan pentingnya penilaian berdasarkan kinerja dan pengalaman profesional yang telah ia jalani.
Sumber: AntaraNews