Target Indonesia Swasembada Makin Dekat, Ini Buktinya
Produksi beras nasional pada semester pertama tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan
Produksi beras nasional pada semester pertama tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan sebesar 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini memperkuat optimisme pemerintah untuk mencapai target swasembada beras yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi padi dari Januari hingga Juni 2025 diperkirakan mencapai 32,57 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 3,27 juta ton dari semester I/2024. Dengan konversi ke beras, total produksi mencapai 18,76 juta ton, atau naik 1,89 juta ton dari tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan luas panen yang signifikan, terutama pada Maret 2025 yang mencapai 1,67 juta hektare, naik 50,60 persen dibandingkan Maret 2024,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers pada Jumat (2/5).
Ia juga menambahkan bahwa kondisi tanaman (standing crop) saat ini menunjukkan potensi panen besar dalam waktu 1 hingga 3 bulan ke depan, membuka peluang untuk mempertahankan tren positif ini.
Dari luar negeri, laporan terbaru Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan total produksi beras Indonesia sepanjang 2025 akan mencapai 34,6 juta ton. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Moh. Arief Cahyono, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian sejak awal masa tanam.
“Langkah strategis seperti penyediaan pupuk bersubsidi, distribusi benih unggul, dan peningkatan mekanisasi pertanian menjadi faktor kunci dalam melonjaknya produksi padi,” jelas Arief.
Ia menambahkan bahwa lonjakan produksi turut mendorong peningkatan serapan beras nasional. Pada April 2025, serapan beras mencapai lebih dari 1,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah dalam satu bulan.
“Rata-rata serapan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir hanya sekitar 1,2 juta ton per bulan. Ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan,” ujarnya.
Stok beras nasional juga berada dalam kondisi aman. Perum Bulog melaporkan cadangan beras pemerintah hampir menyentuh 4 juta ton, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.