Samuel Sekuritas Prediksi Ruang Kenaikan IHSG Masih Terbatas Tahun Ini
Samuel Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang dinilai menarik dikoleksi tahun ini, mulai dari sektor tambang hingga logistik.
Samuel Sekuritas memproyeksikan dalam skenario dasar terbaru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk tahun 2026 diperkirakan bergerak di level 7.500, lebih rendah dibanding target sebelumnya yang berada pada skenario optimistis.
Selain memaparkan outlook pasar saham, Samuel Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang dinilai menarik dikoleksi tahun ini, mulai dari sektor tambang hingga logistik.
Head of Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi, mengatakan proyeksi dasar IHSG di level 7.500 didasarkan pada asumsi pertumbuhan laba emiten sebesar 2% sepanjang tahun ini. Skenario tersebut juga menggunakan asumsi fair price to earnings ratio (P/E) sebesar 12,3 kali dengan earnings per share (EPS) mencapai 606,7.
Di sisi lain, Samuel Sekuritas menyiapkan skenario pesimistis apabila tekanan global semakin besar. Dalam kondisi bearish, IHSG diperkirakan turun ke level 6.300 dengan asumsi pertumbuhan laba minus 3%, fair P/E 10,9 kali, dan EPS sebesar 577.
Adapun dalam skenario optimistis, IHSG berpotensi menembus level 8.000 apabila pertumbuhan laba emiten mampu mencapai 5%. Proyeksi tersebut menggunakan asumsi fair P/E sebesar 12,9 kali dan EPS di level 624,6.
Menurut Prasetya, pergerakan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang memengaruhi proyeksi tersebut. Samuel Sekuritas memasang asumsi kurs rupiah di level Rp 17.500 per dolar AS untuk skenario dasar. Sementara dalam kondisi terburuk, rupiah diperkirakan melemah hingga di atas Rp 18.000 per dolar AS, sedangkan pada skenario bullish rupiah diasumsikan menguat ke bawah Rp 17.000 per dolar AS.
"Begitu USD/IDR-nya lebih dari Rp 18.000, ini pasti berpengaruh juga ke sektor consumer staples. Dari banks juga pasti terdampak di asset quality. Selain itu kita juga melihat dari harga minyak. Karena kalau -3% ini kita asumsi harga minyak sudah lebih dari USD 120 per barel," kata Prasetya dalam Media Connect 2026, di kantor Samuel Sekuritas Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5).
Samuel Sekuritas Pangkas Outlook Pasar Saham 2026
Samuel Sekuritas mengakui target terbaru IHSG merupakan hasil revisi turun dibanding proyeksi sebelumnya. Awalnya, target pertumbuhan laba emiten dipatok sebesar 5%, namun kini diturunkan menjadi hanya 2%.
Prasetya menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan pelemahan rupiah yang berlanjut serta harga minyak global yang masih tinggi di kisaran USD 90 per barel akibat ketegangan geopolitik dunia.
"Sebenarnya bullish case kita itu awalnya base kita. Awalnya targetnya di 5% earnings growth, kita turunkan ke 2%. Jadi kita turunkan satu tingkat. Alasan pertama karena rupiah, harga minyak juga," ujarnya.
ANTM hingga BULL Masuk Daftar Saham Pilihan
Dalam daftar rekomendasi terbaru, Samuel Sekuritas memberikan rating buy untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp 4.600. Emiten emas ini dinilai memiliki prospek positif berkat peningkatan volume penjualan yang ditopang tren kenaikan harga emas dunia.
Selain ANTM, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk rekomendasi buy dengan target harga Rp 300. Menurut Prasetya, akuisisi perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, Wolfram Limited, mulai berkontribusi terhadap pendapatan perseroan tahun ini.
Samuel Sekuritas juga merekomendasikan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan target harga Rp700. Emiten pelayaran dan logistik tersebut dinilai diuntungkan oleh kenaikan tarif charter kapal serta ekspansi armada LNG yang dilakukan tahun ini.
Selain itu, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) direkomendasikan buy dengan target harga Rp 7.900 karena dinilai mendapat sentimen positif dari kenaikan harga crude palm oil (CPO).
Sementara itu, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menjadi pilihan defensif Samuel Sekuritas dengan target harga Rp 3.000. Prospek SILO didukung ekspansi kapasitas rumah sakit dan penambahan jumlah kamar yang dilakukan sepanjang tahun ini.