Saham-Saham Ini Diprediksi Menguat Saat Ramadan, Investor Berpotensi Cuan
Momentum musiman dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk mengincar sektor-sektor yang cenderung mengalami peningkatan aktivitas dan konsumsi.
Pengamat pasar modal, Reydi Octa membagikan pandangan terkait strategi memilih saham yang berpotensi menguat selama bulan suci Ramadan.
Momentum musiman dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk mengincar sektor-sektor yang cenderung mengalami peningkatan aktivitas dan konsumsi.
Menurut Reydi, investor sebaiknya fokus pada sektor yang memiliki katalis musiman sekaligus arus kas yang kuat selama Ramadan. Beberapa sektor yang dinilai menarik antara lain consumer goods, ritel, makanan dan minuman, transportasi, serta perbankan.
"Menurut saya adalah fokus ke sektor yang punya katalis musiman dan cashflow kuat, seperti consumer goods, ritel, makanan-minuman, transportasi, dan perbankan," kata Reydi kepada Liputan6.com, Rabu (18/2).
Sektor-sektor tersebut cenderung mengalami peningkatan permintaan karena naiknya aktivitas konsumsi masyarakat, mulai dari belanja kebutuhan pokok, perjalanan mudik, hingga transaksi keuangan yang meningkat menjelang hari raya. Kondisi ini berpotensi mendorong kinerja perusahaan dalam jangka pendek.
Selain itu, perusahaan di sektor tersebut umumnya memiliki model bisnis yang stabil dan sudah teruji menghadapi lonjakan permintaan musiman. Hal ini membuat sahamnya lebih berpeluang mencatatkan penguatan, terutama jika didukung laporan keuangan yang solid.
Tetap Selektif
Reydi juga mengingatkan agar investor tetap selektif dalam memilih saham. Ia menyarankan untuk memprioritaskan emiten dengan kinerja laba yang stabil, valuasi yang masih wajar, serta tingkat likuiditas tinggi agar mudah diperjualbelikan.
"Pilih emiten dengan laba yang stabil, valuasi masih wajar, dan likuiditas tinggi," ujarnya.
Sebaliknya, investor disarankan menghindari saham yang naik semata karena sentimen musiman tanpa didukung kinerja perusahaan yang kuat. Tanpa fondasi fundamental yang jelas, kenaikan harga berpotensi tidak bertahan lama dan justru meningkatkan risiko bagi investor.
"Hindari saham yang hanya naik karena sentimen musiman tanpa dukungan fundamental," pungkasnya.