Pemkab Mahulu Genjot Program Cetak Sawah Baru, Target 141 Hektare Demi Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus melanjutkan program cetak sawah baru, menargetkan 141 hektare lahan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu), Kalimantan Timur, melanjutkan program pencetakan sawah baru pada tahun ini. Langkah ini diambil untuk mengejar target pemenuhan dari pemerintah pusat seluas 141 hektare yang belum tuntas pada tahun 2025. Pembiayaan proyek strategis ini didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, menyatakan bahwa target total pencetakan sawah adalah 141 hektare, namun capaian fisik baru sekitar 42 persen. Keterbatasan waktu pelaksanaan yang mendekati akhir tahun 2025 dan kondisi geografis yang menantang menjadi penyebab utama belum tuntasnya target tersebut. Meskipun demikian, Pemkab Mahulu berkomitmen untuk menyelesaikan sisa pekerjaan secara bertahap.
Program cetak sawah ini merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan ketahanan pangan di Mahulu. Dengan dukungan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan drone dan mekanisasi, diharapkan efisiensi dan produktivitas pertanian dapat meningkat signifikan. Salah satu lokasi yang sudah dicetak adalah di Kampung Datah Bilang Ilir, Kecamatan Long Hubung, yang baru-baru ini telah dilakukan penanaman padi.
Tantangan dan Progres Pencetakan Sawah Baru di Mahulu
Awalnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu merencanakan program cetak sawah dari APBN seluas 240 hektare di tujuh kampung. Namun, terjadi perubahan kontrak pada 10 Desember 2025, sehingga alokasi pencetakan sawah baru untuk Kabupaten Mahulu menjadi 141 hektare di empat kampung. Jumlah inilah yang harus dituntaskan pada tahun ini sesuai kontrak yang berlaku.
Wakil Bupati Suhuk mengungkapkan bahwa hingga saat ini, capaian fisik program baru mencapai sekitar 42 persen dari total target 141 hektare. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan akhir tahun anggaran sebelumnya. Selain itu, kondisi geografis wilayah Mahulu yang dikenal menantang juga turut memperlambat progres pekerjaan di lapangan.
Meskipun demikian, Pemkab Mahulu tidak menyerah dan terus melanjutkan upaya pencetakan sawah. Keberlanjutan program ini didukung oleh Pemerintah RI melalui Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian yang menyiapkan pembukaan kontrak baru pada tahun 2026. Hal ini memungkinkan sisa pekerjaan dari target 2025 dapat dilanjutkan secara bertahap pada tahun berjalan.
Optimalisasi Lahan dan Dukungan Teknologi Pertanian Modern
Program cetak sawah ini sangat strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan di Mahulu. Pemkab Mahulu secara aktif mendorong optimalisasi lahan sawah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu inisiatifnya adalah pembentukan Brigade Pangan yang bertugas untuk mendukung upaya ini.
Penerapan metode pertanian modern juga menjadi fokus utama dalam program ini. Penggunaan teknologi seperti penebaran benih langsung dan drone dalam proses penanaman diharapkan dapat meningkatkan efisiensi. Mekanisasi pertanian turut berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas lahan sawah yang baru dicetak.
Dukungan dari pemerintah pusat juga sangat vital dalam bentuk bantuan alat dan mesin pertanian. Bantuan ini mencakup hand tractor dan drone, yang dapat dimanfaatkan baik untuk pengolahan lahan maupun perawatan tanaman. Dengan adanya alat modern ini, ladang padi yang sudah ada maupun sawah baru dapat diolah lebih efektif.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kemandirian Pangan Petani
Wakil Bupati Suhuk menegaskan bahwa program pencetakan sawah ini akan terus dilanjutkan dan dievaluasi secara berkala. Evaluasi ini penting untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program dalam jangka panjang. Pemkab Mahulu juga berkomitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian yang diperlukan oleh para petani.
Dukungan dan pembinaan tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari berbagai pihak terkait. Provinsi, TNI, serta Balai Besar Pertanian turut memberikan kontribusi dalam menyukseskan program ini. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan ketahanan pangan.
Melalui pencetakan sawah baru dan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak, Pemkab Mahulu optimistis dapat mewujudkan kemandirian pangan. Peningkatan kesejahteraan petani juga menjadi salah satu target utama dari program ini. Visi “Mahulu maju dan berdaya saing” diharapkan dapat tercapai melalui sektor pertanian yang kuat.
Sumber: AntaraNews