Pasar Saham Asia Pulih Usai Gejolk Tarif Trump, Negara Ini Bahkan di Zona Hijau
Pasar saham Asia menunjukkan pemulihan signifikan pada perdagangan Selasa (8/4).
Pasar saham Asia menunjukkan pemulihan signifikan pada perdagangan hari Selasa setelah terjatuh pada perdagangan hari Senin (7/4), yang disebabkan oleh kebijakan tarif baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Mengutip laporan dari AP News, salah satu sorotan utama datang dari Jepang, di mana indeks acuan Nikkei 225 sempat meroket lebih dari 6 persen di awal perdagangan. Lonjakan ini terjadi setelah sehari sebelumnya Nikkei 225 anjlok hampir 8 persen, menunjukkan fluktuasi sentimen pasar yang masih tinggi.
Namun, pergerakan pasar di Asia tidak sepenuhnya seragam. Di Thailand dan Indonesia, bursa saham justru dibuka dengan pelemahan tajam pasca libur panjang. Bahkan, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara (trading halt) ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot lebih dari 9 persen. Hingga tengah hari, IHSG tercatat masih turun 7,5 persen. Sementara itu, di pasar saham Thailand, indeks SET melemah cukup dalam, yaitu sebesar 5,7 persen.
Di Taiwan, indeks Taiex tergelincir 4,4 persen akibat tekanan jual yang besar, terutama pada saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp. (TSMC), produsen chip komputer terbesar di dunia. Saham TSMC turun 4 persen pada hari Selasa dan mengalami penurunan total sebesar 13,5 persen sejak kebijakan tarif tambahan diumumkan oleh Presiden Trump pada 2 April lalu.
Momentum Pemulihan Pasar
Pemulihan pasar di sebagian besar kawasan Asia ini terjadi setelah adanya gejolak besar di pasar saham Amerika Serikat. Di Wall Street, saham-saham sempat anjlok setelah Presiden Trump mengancam akan kembali menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal Tiongkok dengan persentase dua digit.
Menanggapi ancaman tersebut, Kementerian Perdagangan China pada Selasa pagi menegaskan akan memperjuangkan kepentingan nasionalnya dan siap mengambil langkah balasan tegas. China mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk impor dari Amerika Serikat.
Namun, menjelang sore waktu Tokyo, pasar saham Jepang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat 5 persen, berada di level 32.691,34. Pasar saham Hong Kong juga mulai pulih, dengan indeks Hang Seng menguat 1,6 persen menjadi 20.140,78, meskipun masih jauh dari pemulihan total setelah penurunan tajam 13,2 persen pada hari Senin, yang menjadi hari terburuk sejak krisis keuangan Asia tahun 1997.
Sementara itu, pasar saham di China Daratan juga bergerak menguat, dengan indeks Shanghai Composite naik 0,9 persen menjadi 3.124,77. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik tipis 0,1 persen menjadi 2.331,80, dan di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 1,7 persen menjadi 7.471,10.
Secara keseluruhan, pasar saham di Selandia Baru dan Australia juga mencatatkan kinerja positif, seiring dengan optimisme investor yang perlahan kembali tumbuh setelah gejolak besar yang melanda pasar global.