LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK sebar mata-mata pantau pelayanan jasa keuangan Tanah Air

Dalam bekerja, intel ini bisa saja menyamar sebagai konsumen dan bertanya tentang produk ataupun prosedur dan pelayanan.

2016-06-04 17:00:00
OJK
Advertisement

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ternyata mempunyai agen intelijen khusus untuk memantau standar pelayanan sektor jasa keuangan Tanah Air. Dalam bekerja, intel ini bisa saja menyamar sebagai konsumen dan bertanya kepada pelaku usaha jasa keuangan tentang produk ataupun prosedur dan pelayanan.

Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anton Prabowo mengatakan, intel OJK bisa berasal dari pihak ketiga yang telah bekerja sama dengan OJK. Tak sebatas itu, intel OJK bahkan bisa juga masyarakat atau mahasiswa yang dia sendiri tak sadar kalau sudah jadi intel OJK.

"Jadi bisa saja mereka tidak tahu dipekerjakan oleh OJK, dan mereka dipertemukan ke masyarakat. Ketika di lapangan mereka bertanya kepada masyarakat dan mengatakan untuk keperluan penulisan kuliah. Jadi orang OJK bertemu (intel) mengaku sebagai akademisi," jelas Anton dalam acara pelatihan wartawan keuangan di Sentul, Bogor, Sabtu (4/6).

"Tapi bisa juga dia (intel) berpura-pura beli asuransi, dijelaskan atau tidak secara detail mengenai asuransi, dan kami juga ke bank bertanya-tanya ‎ke customer service," sambungnya.

Prinsip kerja agen intelijen ini berdasarkan hasil analisis pengaduan yang diterima OJK selama satu tahun. OJK akan meneliti bagian mana yang banyak dikeluhkan masyarakat dan lembaga ini akan langsung menerjunkan intelijen.

"Di akhir tahun kita melakukan analisis pengaduan dan akan kita ambil topik tertentu. Kemudian kita akan mendesain skenario dan melakukan pemantauan di lapangan," katanya.

Sistem kerja intel tersebut sudah ditentukan dan ditetapkan oleh OJK, misalnya bertanya sesuai daftar pertanyaan yang diberikan OJK. Selain itu, intel tersebut juga kerap dilengkapi dengan alat elektronik dan telekomunikasi canggih yang tersembunyi.

"Jadi saya tinggal duduk saja, jauh dari mereka tetapi dapat mendengarkan percakapan mereka apa yang dibicarakannya," ucapnya.

Anto berharap, masyarakat yang ingin membeli produk asuransi ataupun jasa keuangan lainnya agar lebih aktif bertanya kepada agen yang menawarkan, mengenai risiko dan keuntungan. ‎"Konsumen harus lebih kritis dan agen harus menjelaskan secara banyak dan detil," tutupnya.

Baca juga:
Cegah korupsi di Korps Adhyaksa, Kejagung gandeng OJK
Triwulan I-2016, pertumbuhan kredit perbankan capai 8,7 persen
Data transaksi diintip DJP, OJK mengaku pengguna kartu kredit anjlok
OJK gandeng OECD genjot peran UMKM dalam perekonomian
Periode I-2016, OJK catat 321 emiten dalam daftar efek syariah
Deddy Mizwar minta perbankan 'jemput bola' biayai sektor perkebunan
Mayoritas masyarakat Indonesia belum melek asuransi

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.