Mayoritas masyarakat Indonesia belum melek asuransi
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan menegaskan mayoritas masyarakat Indonesia belum sadar akan penggunaan dan manfaat asuransi. Hal itu disebabkan minimnya edukasi terhadap produk asuransi yang ditawarkan.
"Tahun 2013 sebanyak 50 persen masyarakat Indonesia tidak ada mengetahui asuransi. Hanya 11 persen yang paham tentang asuransi, itupun masih ada yang salah paham. Ini dikarenakan kurangnya edukasi masyarakat tentang asuransi," jelas Deputi Komisioner Pengawas IKBN I OJK, Edi Setiadi, saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta Minggu (22/5).
OJK menyambut baik peluncuran situs Bright Advisor oleh Sun Life Financial Indonesia. Bright Advisor ini menyediakan informasi secara daring online seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, dan perencanaan keuangan.
Situs didesain dengan menonjolkan kemudahan akses serta memberikan jawaban sederhana dan mudah dimengerti masyarakat.
Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia, Elin Wanty, memaparkan situs ini bermaksud memberikan kemudahan masyarakat untuk merencanakan masa pensiun serta pengelolaan kekayaan.
"Bright Advisor ini dapat diakses oleh pengguna secara gratis tanpa diharuskan untuk membeli produk asuransi," tutur Elin.
Bright Advisor menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Bright Advisor dapat diakses masyarakat dengan mengunjungi situs brightadvisor.co.id.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya