LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mentan Amran Ungkap Penyebab Mogok Massal Pedagang Daging Sapi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan penyebab di balik aksi mogok jualan yang dilakukan oleh pedagang daging sapi selama tiga hari terakhir.

Kamis, 22 Jan 2026 16:37:21
daging sapi
Aktivitas jual beli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (5/8). Pemerintah mencabut ketentuan kewajiban importir daging untuk menyerap daging lokal sebanyak tiga persen dari total kuota (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan alasan di balik aksi mogok yang dilakukan oleh pedagang daging sapi selama tiga hari. Aksi mogok tersebut berlangsung dari Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026) di seluruh pasar dan Rumah Potong Hewan (RPH) se-Jabodetabek. Menurut Amran, mogok ini bukan hanya disebabkan oleh kelangkaan pasokan, tetapi juga karena harga sapi dari perusahaan penggemukan (feedloter) yang dijual melebihi harga yang telah ditetapkan.

"Kami tindaklanjuti aksi mogok. Tadi katanya, menurut laporan, itu harga dari feedloter, dari apa namanya itu penggemukan, itu di atas harga yang telah ditetapkan dijualkan," ujar Amran dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Amran menjelaskan bahwa laporan yang diterimanya menunjukkan adanya ketidaksesuaian harga di tingkat hulu, sehingga pedagang kesulitan untuk menjual kembali daging sapi dengan harga yang wajar kepada konsumen. Akibat kondisi tersebut, para pedagang memilih untuk menghentikan aktivitas jual beli sebagai bentuk protes.

Pemerintah, lanjut Amran, segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait dan melakukan pengecekan lapangan. Ia menegaskan bahwa praktik yang merugikan pasar dan menimbulkan keresahan di masyarakat tidak akan ditolerir. "Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut," ujarnya.

Advertisement

Impor Sapi Bakal Jadi Fokus Utama Pengawasan

Aktivitas jual beli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (5/8). Pemerintah mencabut ketentuan kewajiban importir daging untuk menyerap daging lokal sebanyak tiga persen dari total kuota © 2026 Liputan6.com

Menyan Amran menyatakan bahwa pengendalian impor sapi bakalan sepenuhnya berada di tangan Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, feedloter yang terbukti melanggar ketentuan harga dan tata niaga dapat menghadapi sanksi berat, termasuk pencabutan izin impor.

"Impornya sapi bakalan itu dari saya. Aku pastikan cabut dan tidak akan berikan. Itu tegas," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pungutan yang dikenakan di lingkungan Kementerian Pertanian yang dapat menghambat proses impor sapi bakalan. Menurutnya, pelaku usaha tidak memiliki alasan untuk menjual sapi di atas ketentuan yang berlaku dan kemudian menyalahkan regulasi pemerintah.

Advertisement

Tanggapan Gubernur DKI

Aktivitas jual beli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (5/8). Pemerintah mencabut ketentuan kewajiban importir daging untuk menyerap daging lokal sebanyak tiga persen dari total kuota © 2026 Liputan6.com

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan tanggapan terkait rencana aksi mogok yang diusulkan oleh para pedagang daging yang merupakan anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI). Ia menyatakan keyakinannya bahwa meskipun isu tersebut beredar, masih terdapat sejumlah pedagang yang akan melanjutkan aktivitas berjualan mereka.

"Saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan. Memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta. Tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya berjualan," ungkap Pramono.

Pramono Anung menekankan bahwa tidak semua pedagang akan terpengaruh oleh rencana mogok tersebut. Ia percaya bahwa ada pedagang yang tetap berkomitmen untuk menjalankan usaha mereka meskipun ada tekanan dari asosiasi. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika di lapangan seringkali berbeda dengan apa yang dilaporkan.

Advertisement

"Saya sudah melakukan pengecekan langsung dan menemukan bahwa masih ada pedagang yang memilih untuk berjualan," tambahnya. 

Berita Terbaru
  • Menkes: Enggak Tahu Kenapa Sekarang Banyak Orang Anti Vaksin
  • Anjing Positif Rabies Serang Acara Hajatan di Jembrana, Gigit Dua Balita
  • Tutup 240 BUMN Rugi, Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
  • Remaja 14 Tahun Ditemukan Tewas di Parit, Diduga Korban Tawuran Geng Motor
  • Berkas Perkara Anak Perwira Tersangka Konten Rasis Tak Ditahan Lengkap, Polisi Tegaskan Perkara Tetap Berjalan
  • berita update
  • daging sapi
  • konten ai
  • mentan amran sulaiman
  • pedagang daging sapi mogok
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
T
Reporter Tira Santia, Septian Deny
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.