Mendag: Dalam 4 bulan, Jokowi tuntaskan prinsip kerja sama Uni Eropa
Prinsip tersebut sudah dirancang pada 2010 sejak pemerintahan SBY.
Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan salah satu alasan Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke Eropa adalah untuk mendorong terwujudnya kerja sama antara Indonesia-Uni Eropa mengenai skema kemitraan ekonomi komprehensif Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Dia menegaskan,langkah awal pemerintah dalam merampungkan prinsip dasar kerja sama (scooping paper) tersebut sudah selesai.
"Memang kejutan besar, scooping bisa tuntas pada saat presiden hadir di Brussels pada kunjungan ke Eropa. Jadi scooping itu sudah dimulai 2010 dan dalam 4 tahun tidak selesai-selesai. Berkat kepemimpinan pak presiden, scooping ini bisa selesai dalam 4 bulan," ujar Thomas di Jakarta, Selasa (26/4).
Dia menambahkan, jika scooping sudah selesai, maka Indonesia akan lebih mudah dalam melakukan negosiasi formal yang membutuhkan waktu selama 2,5 tahun.
"Sekarang masih tahap scooping, pihak Eropa harus melalui prosedur internal lewat komite teknis mereka itu kira-kira butuh 3-6 minggu, jadi negosiasi formal kita perkirakan dalam 4-6 minggu," kata dia.
Dengan adanya kerja sama ini, maka Indonesia bisa mendapatkan akses ke pasar global lebih mudah. Sehingga, akan meningkatkan produk dalam negeri dan mengejar ketinggalan dengan negara lain seperti Vietnam dan Malaysia.
Baca juga:
Mendag: Konsumen Indonesia masih rentan dieksploitasi
Kemendag hati-hati buat kebijakan larang ekspor kelapa
Pelarangan ekspor kelapa dinilai rugikan petani
Akibat harga jual murah, petani kelapa terancam hilang
Kemendag akui kelapa asal Indonesia sering dicuri Malaysia
Jepang niat kembangkan minyak nabati dari limbah padi di Indonesia
Perusahaan di Jepang siap gunakan CPO Indonesia jadi bahan baku