Kemendag akui kelapa asal Indonesia sering dicuri Malaysia
Merdeka.com - Kementerian Perdagangan mengakui kelapa sawit memiliki kontribusi besar dalam ekspor komoditas non migas di Indonesia. Namun, Kemendag meminta agar komoditi kelapa tak dilupakan.
"Kita juga bahwasanya ingin memajukan industri hilir supaya kita bisa memajukan nilai tambahnya dibanding negara lainnya seperti Thailand, Malaysia dan China," ujar Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen PLN, Nurlaila Nur, di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (21/4).
Nurlaila menegaskan menjaga komoditi kelapa sangatlah penting. Sebab, selama ini kelapa kerap dicuri oleh negara tetangga seperti Malaysia.
"Saya teringat bukan hanya kelapa, banyak komoditas selain kelapa dicuri tetangga. Saya ke Medan, burung walet itu, pekerjanya dibajak tetangga kita Malaysia, padahal yang punya kita. Jadi nanti mereka yang ekspor ke China, mendapat untung lebih besar dibanding Indonesia. Ini kelihatannya terjadi juga kepada kelapa, makanya harus dijaga," kata dia.
Untuk itu, dia meminta kepada pihak-pihak terkait agar memberi perhatian lebih terhadap komoditi kelapa. Selain itu, komoditi ini dinilai akan memberi nilai tambah terhadap ekonomi masyarakat di pedalaman.
"Tentu ini juga akan mewujudkan Nawa Cita pak Jokowi untuk membangun dari pinggiran. Ekonomi masyarakat di pedalaman supaya lebih maju. Sekarang kita harus berpikir, untuk menjaga agar ini tidak diambil tetangga tanpa melukai petani," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya