Mendag: Konsumen Indonesia masih rentan dieksploitasi
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mendorong masyarakat aktif memperjuangkan hak-haknya sebagai konsumen. Mengingat, indeks keberdayaan konsumen (IKK) saat ini masih rendah, hanya 34,17 persen.
Menurutnya, indeks tersebut menunjukkan keberdayaan konsumen baru berada pada level paham. Artinya, konsumen Indonesia sudah mengenali dan memahami hak dan kewajibannya. Namun belum sepenuhnya mampu menerapkan dan memperjuangkannya.
"Nilai indeks Indonesia masih kalah dari Eropa pada tahun 2011 yang sudah mencapai 51,31 persen. Akibatnya konsumen menjadi rentan untuk di eksploitasi," kata Thomas dalam peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (26/4).
Dia menambahkan, di Indonesia, hanya ada sekitar 4,1 pengaduan konsumen dari setiap 1 juta penduduk. Sementara, Korea Selatan mendapati sebanyak 64 pengaduan dari setiap 1 juta penduduk.
Thomas berharap konsumen Indonesia bisa menuntut mutu, kualitas, dan durabilitas produk domestik. Itu bakal kian menekan produsen untuk menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas.
"Tekanan dari konsumen atas mutu kualitas jasa dan barang, memaksa produsen mengahasilkan produk berkualitas tinggi. Sehingga mudah bersaing di luar. Karena kesuksesan produsen juga berasal dari konsumen yang cerdas." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya