Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akibat harga jual murah, petani kelapa terancam hilang

Akibat harga jual murah, petani kelapa terancam hilang air kelapa. ©2012 altmedcine.com

Merdeka.com - Ketua Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Amrizal Idroes mengatakan petani kelapa Indonesia terancam hilang. Hal ini dikarenakan murahnya harga kelapa di dalam negeri.

"Sekarang harga di petani itu Rp 2.500 per Kg, ada yang bilang Rp 2.700 per Kg tapi itu sementara, tidak ada konsistensi harga. Industri harus punya patokan harga yang jelas dong. Takutnya petani itu tebang pohon kelapanya dan ganti komoditas lainnya," jelas dia di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (21/4).

Permasalahan industri kelapa juga terdapat pada sisi pasokan. Kelapa Indonesia lebih banyak dijual keluar negeri akibat di negara lain dihargai lebih tinggi.

"(Industri) Kara itu dia butuh per hari 3 juta butir. Cocomas itu 2 juta butir. Selebihnya antara 350-700 ribu butir per hari. Sekarang utilitasnya turun 30-50 persen dari yang ada," ujar Amrizal.

Murahnya harga kelapa, lanjutnya, disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya akibat El Nino yang menimpa Indonesia beberapa waktu ke belakang.

Sebagai solusi, Amrizal meminta pemerintah mencontoh Thailand yang memberi insentif ke petani dan industri. "Thailand itu sudah maju, bahkan kalau produksinya tinggi kalau dia lakukan impor kelapa akan dikenakan pajak 50 persen. Kalau kita belum ada," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP