LPS Siap Lindungi Dana Nasabah Maksimal 5 Hari, Dorong Stabilitas Ekonomi
Keterbukaan LPS dalam menyampaikan informasi menandakan bahwa sektor keuangan Indonesia sedang dalam kondisi sehat.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah menjalankan transformasi citra untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap peranannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa selama ini keberadaan LPS sering dikaitkan dengan kondisi darurat di sektor perbankan, bahkan dianggap sebagai pertanda kebangkrutan bank.
“Dulu kalau LPS muncul, orang bilang ‘hati-hati, malaikat maut datang’, karena sering muncul saat ada bank bermasalah,” ujar Purbaya dalam acara Outlook Ekonomi Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (20/5).
Namun kini, LPS mengusung pendekatan baru. Lembaga ini ingin dikenal sebagai mitra yang proaktif dan berpihak pada nasabah, dengan proses penjaminan dana yang lebih cepat dan transparan. Menurut Purbaya, dalam kondisi bank gagal, pencairan dana nasabah yang dijamin dapat dilakukan dalam waktu maksimal lima hari kerja.
“Sekarang kami ubah citra LPS menjadi ‘Sahabat Nasabah’. Kalau ada bank jatuh, LPS datang cepat agar dana nasabah bisa kembali secepatnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, transformasi LPS juga diarahkan untuk meningkatkan rasa aman di kalangan investor. Ia menyebut bahwa kehadiran LPS seharusnya dilihat sebagai *indikator stabilitas, bukan ketidakpastian.
“Saya tingkatkan sedikit menjadi ‘Sahabat Investor’. Artinya, kalau LPS hadir, ekonomi justru dalam keadaan aman,” tambahnya.
Purbaya juga menyampaikan bahwa keterbukaan LPS dalam menyampaikan informasi menandakan bahwa sektor keuangan Indonesia sedang dalam kondisi sehat.
“Kalau saya bisa bicara di sini, itu tandanya ekonomi baik-baik saja. Kalau sedang krisis, saya pasti sibuk menghitung biaya untuk menyelamatkan bank yang jatuh,” katanya.
Melalui transformasi ini, LPS berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Masyarakat dan pelaku usaha didorong untuk tetap optimistis dan percaya terhadap sistem perbankan yang ada.