Layanan Bandara Soetta Tetap Normal Meski Kebijakan WFH ASN Diterapkan
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan layanan Bandara Soetta tetap beroperasi normal, tidak terdampak kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), meskipun pergerakan penumpang melandai.
Tangerang – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, menegaskan bahwa seluruh layanan penerbangan di bandara terbesar di Indonesia ini berjalan normal. Penegasan ini disampaikan meskipun kebijakan work from home (WFH) telah diterapkan bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) per Jumat, 10 April 2026.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa Bandara Soekarno-Hatta tidak terdampak oleh penerapan WFH. Hal ini karena mayoritas pegawai yang bertugas di Soetta bukanlah ASN dan termasuk dalam kategori pelayanan masyarakat yang membutuhkan kehadiran fisik.
Seluruh kegiatan layanan penerbangan, baik dari maskapai maupun pengelola kebandarudaraan, tetap berjalan seperti biasa. Kebijakan WFH satu hari dalam sepekan bagi ASN memang resmi berlaku pada tanggal tersebut, namun sektor pelayanan publik dikecualikan dari aturan ini.
Operasional Penerbangan Soetta Tidak Terdampak WFH
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan bahwa operasional di Bandara Soekarno-Hatta tidak terpengaruh oleh kebijakan WFH yang diberlakukan pemerintah. Yudistiawan menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas di bandara, mulai dari staf maskapai hingga petugas pengelola bandara, tetap bekerja di lokasi.
Keputusan ini diambil mengingat sifat pekerjaan mereka yang esensial dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, para pegawai di Bandara Soetta tidak termasuk dalam kategori yang menjalani WFH, sehingga menjamin kelancaran aktivitas penerbangan.
Kesiapan operasional ini menjadi prioritas utama untuk menjaga konektivitas udara dan memastikan kenyamanan serta keamanan penumpang. Komitmen ini sejalan dengan peran Bandara Soetta sebagai gerbang utama Indonesia yang melayani jutaan penumpang setiap tahunnya.
Pergerakan Penumpang Melandai Pasca-Lebaran dan Eskalasi Timur Tengah
Meskipun layanan Bandara Soetta normal, Yudistiawan mencatat adanya penurunan pergerakan penumpang dibandingkan pekan sebelumnya. Indikasi pemanfaatan liburan oleh ASN yang menjalani WFH melalui transportasi udara tidak terlihat signifikan.
Biasanya, setiap hari Jumat terjadi lonjakan penumpang hingga 130-150 ribu orang, baik kedatangan maupun keberangkatan, menjelang akhir pekan. Namun, angka pergerakan yang melandai saat ini dipengaruhi oleh berakhirnya periode angkutan arus mudik Lebaran atau Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain itu, eskalasi di Timur Tengah juga turut berdampak pada trafik penerbangan. Yudistiawan menjelaskan bahwa harga avtur melonjak signifikan akibat situasi tersebut, yang kemudian menyebabkan maskapai menaikkan harga tiket dengan tarif batas atas.
Pengecualian WFH untuk Sektor Pelayanan Publik dan Pejabat Penting
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa tidak semua ASN wajib mengikuti kebijakan WFH. Terdapat sejumlah sektor yang dikecualikan karena membutuhkan kehadiran fisik petugas, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Layanan seperti sektor kedaruratan, kesiapsiagaan, ketenteraman, dan ketertiban umum tetap wajib beroperasi penuh dari kantor. Selain itu, beberapa pejabat eselon I dan II di daerah, camat, lurah/kepala desa, juga dikecualikan dari kebijakan WFH untuk memastikan koordinasi pemerintahan dan pelayanan masyarakat tidak terganggu.
Di tingkat provinsi, pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama tetap diwajibkan bekerja dari kantor. Begitu pula di tingkat kabupaten/kota, pengecualian WFH berlaku untuk pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator atau eselon III, camat, lurah, hingga kepala desa.
Sumber: AntaraNews