KSP Apresiasi Capaian Program Perumahan Kementerian PKP Lampaui Target RPJMN 2025-2029
Kepala Staf Kepresidenan mengapresiasi **capaian program perumahan** Kementerian PKP yang jauh melampaui target RPJMN, menunjukkan komitmen pemerintah wujudkan keadilan sosial.
Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Apresiasi ini diberikan terkait keberhasilan kementerian tersebut dalam program pembangunan perumahan.
Qodari menegaskan bahwa Kementerian PKP telah berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Pencapaian ini diumumkan dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu, 1 Februari 2026.
Program perumahan rakyat ini bukan sekadar target angka semata, melainkan wujud nyata ikhtiar pemerintah. Tujuannya adalah menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Perumahan sebagai Pilar Keadilan Sosial
Qodari menekankan bahwa program pembangunan perumahan memiliki makna yang lebih dalam. Ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan hunian layak dan terjangkau. Rumah yang layak merupakan pintu masuk utama bagi masyarakat kecil. Mereka bisa hidup lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Pernyataan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin membuat rakyat kecil tersenyum. Presiden Prabowo bertekad memastikan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh warga negara. Ini termasuk kepastian hunian yang berkualitas dan terjangkau.
Hunian bukan hanya proyek fisik semata, tetapi juga kebutuhan dasar rakyat. Kualitas hidup keluarga sangat ditentukan oleh ketersediaan tempat tinggal yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah memandang serius setiap **capaian program perumahan**.
Melampaui Target RPJMN 2025-2029
Berdasarkan data yang disampaikan, target RPJMN 2025-2029 untuk tahun 2025 adalah 360.112 unit. Angka ini mengacu pada Peraturan Menteri PKP Nomor 14 Tahun 2025. Namun, realisasi **capaian program perumahan** menunjukkan hasil yang jauh melampaui target.
Data terbaru menunjukkan pembangunan baru mencapai 579.403 unit. Selain itu, terdapat peningkatan kualitas pada 169.172 unit rumah. Total capaian ini mencapai 748.575 unit, sebuah angka yang signifikan.
Kontribusi terhadap capaian ini berasal dari berbagai skema pembiayaan. Ini termasuk APBN Kementerian PKP, APBN non-Kementerian PKP, pengembang, swadaya masyarakat, hingga gotong royong. Kerja kolektif ini membuktikan efektivitas terobosan pembiayaan.
Komitmen Pemerintah Melalui Berbagai Skema
Qodari juga menyampaikan bahwa program-program seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus dipantau. Pemantauan ini dilakukan secara langsung oleh KSP. Tujuannya adalah memastikan program berjalan sesuai target.
KSP memiliki mandat untuk membantu Presiden dalam pengendalian program prioritas nasional. Ini termasuk memonitor pelaksanaan program perumahan. Verifikasi di lapangan juga dilakukan untuk memastikan program tepat sasaran.
Realisasi program perumahan tidak hanya bergantung pada APBN. Pemerintah mengoptimalkan peluang pembiayaan lain. Ini mencerminkan upaya serius dalam mencapai target penyediaan hunian. Seluruh upaya ini demi kesejahteraan rakyat.
Sumber: AntaraNews