Google Catat 1 Dolar AS Setara Rp8.170, Bank Indonesia Ungkap Fakta Sebenarnya
Level nilai tukar Rupiah di Rp8.100-an per USD sebagaimana yg ada di google bukan merupakan level yang seharusnya.
Nilai tukar atau kurs Rupiah di google menggemparkan masyarakat. Bagaimana tidak, USD 1 kita setara dengan Rp8.170. Padahal, pada perdagangan kemarin, nilai tukar Rupiah bertengger di level Rp16.200-an per USD.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa level nilai tukar Rupiah di Rp8.100-an per USD sebagaimana yang ada di google bukan merupakan level yang seharusnya.
Data Bank Indonesia mencatat Kurs Rp16.312 per dolar AS pada tanggal 31 Januari 2025.
"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakukan koreksi yang diperlukan," ucap Ramdan kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (1/2).
Sebelumnya, kurs Rupia di klikBCA hingga sore ini terpantau tidak jauh dibanding kemarin. Di mana, nilai tukar di BCA hari ini ditetapkan sebesar Rp16.295 untuk kurs beli. Sedangkan kurs Rupiah untuk jual sebesar Rp13.325 per USD.
Begitu juga dengan Bloomberg, di mana kurs Rupiah saat ini terpantau Rp16.304 per USD.
Nilai Tukar Rupiah Kemarin
Nilai tukar Rupiah (kurs) melemah pada pembukaan perdagangan kemarin, Jumat (31/1). Rupiah amblas 40 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.297 per USD dari sebelumnya Rp16.257 per USD.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar atau kurs Rupiah melemah usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Kanada dan Meksiko atas kebijakan tarif sebesar 25 persen.
"Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat. Dolar AS yang sempat melemah pascadata pertumbuhan PDB AS kuartal IV 2024 yang lebih rendah dari perkiraan berbalik menguat setelah Trump yang kembali mengancam tarif 25 persen kepada Kanada dan Meksiko," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (31/1).
Tercatat, PDB tahunan AS tumbuh 2,3 persen atau lebih rendah dari perkiraan yang sebesar 2,6 persen pada kuartal IV 2024. Hal ini disebabkan defisit neraca perdagangan yang mencapai USD 237 miliar.
Namun, kebijakan tarif yang belakang ini memberikan sentimen positif terhadap dolar AS masih mempengaruhi pelemahan kurs Rupiah.
"Importir AS sudah jauh hari mempersiapkan diri dengan mengimpor jauh-jauh hari sebelum Trump menjabat," ungkap dia.Kurs rupiah pada hari ini diperkirakan berkisar Rp16.200-Rp16.350 per USD.