FOTO: Fokus Sektor Produksi, Penyaluran KUR Capai Rp131,84 Triliun hingga Juni 2025
Angka penyaluran KUR hingga Juni 2025 mencapai hampir 45 persen dari target tahunan sebesar Rp300 triliun.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. Penyaluran ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor strategis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa sekitar 60% dari total penyaluran KUR disalurkan ke sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa produksi lainnya. Ia juga menyampaikan bahwa sepanjang paruh pertama tahun ini, telah terdaftar 1.007.101 debitur baru penerima KUR.
Dalam rangka meningkatkan produktivitas sektor pertanian, khususnya sektor tebu rakyat, pemerintah meluncurkan program KUR khusus yang memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta per individu atau kelompok petani. Program ini diharapkan dapat mendorong peremajaan tanaman tebu, sekaligus meningkatkan produktivitas dan hasil panen nasional.
Airlangga menegaskan, KUR bukan hanya mendorong akses pembiayaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan mendukung sektor perumahan rakyat.
Geliat Industri UMKM di Tengah Penyaluran KUR Capai 45 Persen dari Target Tahunan
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Sentra Industri Tahu, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2025 telah mencapai Rp131,84 triliun, atau hampir 45% dari target tahunan sebesar Rp300 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)