Fakta Anggaran Rp28,48 Triliun: Menhub Prioritaskan Utama Penguatan Keselamatan Transportasi di 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen penguatan aspek keselamatan transportasi di semua moda pada 2026 dengan anggaran Rp28,48 triliun. Bagaimana alokasi dan dampaknya?
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen kuat untuk memprioritaskan aspek keselamatan di seluruh moda transportasi. Penegasan ini disampaikan usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI pada Senin (15/9) terkait penetapan RKA-K/L Tahun 2026.
Penguatan ini menjadi fokus utama dalam pemanfaatan anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tahun 2026. Anggaran tersebut juga akan dialokasikan untuk meningkatkan layanan keperintisan di berbagai wilayah Indonesia.
Kemenhub akan memanfaatkan pagu anggaran sebesar Rp28,48 triliun secara maksimal untuk mewujudkan tujuan tersebut. Alokasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Anggaran dan Prioritas Kemenhub 2026
Pagu kebutuhan Kemenhub sebenarnya mencapai Rp48,88 triliun, namun pagu anggaran yang disetujui adalah Rp28,48 triliun. Mayoritas anggaran, yaitu 72,29 persen atau Rp20,59 triliun, dialokasikan untuk belanja non-operasional, menunjukkan fokus pada investasi jangka panjang.
Alokasi program terbesar, sebesar 59,24 persen atau Rp16,87 triliun, ditujukan untuk infrastruktur konektivitas. Sumber pendanaan utama berasal dari Rupiah Murni, mencakup 69,16 persen atau Rp19,7 triliun dari total anggaran yang tersedia.
Menhub Dudy Purwagandhi menekankan bahwa setiap unit kerja Eselon I di Kemenhub telah menyusun rencana kegiatan spesifik untuk tahun anggaran 2026. Rencana ini selaras dengan prioritas penguatan keselamatan dan peningkatan layanan perintis di seluruh Indonesia.
Pemanfaatan anggaran ini diharapkan dapat mendukung tercapainya sistem transportasi yang lebih baik dan terintegrasi. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk konektivitas nasional yang aman dan efisien.
Fokus Keselamatan di Setiap Moda Transportasi
Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat akan memprioritaskan peningkatan keselamatan lalu lintas sekaligus menjaga konektivitas. Ini dilakukan melalui subsidi angkutan jalan perintis, layanan perkotaan buy the service (BTS), serta pembangunan dan rehabilitasi terminal dan pelabuhan penyeberangan.
Ditjen Perhubungan Laut berencana meningkatkan aspek keselamatan melalui pemeliharaan navigasi pelayaran, fasilitas telekomunikasi, dan kapal patroli. Layanan keperintisan laut akan dijalankan melalui subsidi angkutan barang dan penyeberangan perintis, termasuk pembangunan fasilitas pelabuhan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) serta pembangunan pelabuhan untuk mendukung Asta Cita dan swasembada Pangan.
Untuk Ditjen Perhubungan Udara, prioritas utama adalah keselamatan penerbangan melalui rampcheck, inspeksi penerbangan, serta pemenuhan standar keamanan bandara. Selain itu, layanan perintis penumpang maupun kargo tetap berjalan, termasuk dukungan untuk kawasan strategis, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan bandara di wilayah terpencil.
Adapun Ditjen Perkeretaapian akan berfokus pada keselamatan perjalanan kereta api serta penyelenggaraan kereta api perintis hingga program angkutan motor gratis. Semua langkah ini bertujuan untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi kereta api.
Harapan DPR RI dan Komitmen Kemenhub
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan persetujuan atas pagu anggaran Kementerian Perhubungan dan mitra kerja Komisi V lainnya. Ia berharap Kemenhub dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dengan anggaran yang tersedia.
Lasarus mengakui bahwa anggaran Kemenhub masih memiliki kekurangan, namun ia berharap pelayanan minimal Kementerian dapat terpenuhi. "Memang kita memahami anggaran di Kementerian Perhubungan ini masih kekurangan," kata Lasarus.
Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan komitmennya untuk mengemban amanah ini dengan baik. "Semoga kami dapat mengemban amanah ini dengan baik, demi terciptanya sistem transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," tutur Menhub.
Komitmen ini mencerminkan tanggung jawab besar Kemenhub dalam mewujudkan sistem transportasi yang tidak hanya efisien tetapi juga berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Sumber: AntaraNews