Eskalasi AS–Venezuela Belum Picu Kenaikan Biaya Logistik, Ini Analisis Lengkapnya
Perseroan hingga kini belum mencatat adanya kenaikan signifikan pada beban logistik akibat perubahan rute pelayaran internasional.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menilai eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela belum memberikan dampak langsung terhadap kenaikan biaya logistik industri pelayaran.
Corporate Secretary PT Soechi Lines Tbk, Paula Marlina menjelaskan bahwa sebagian besar armada perseroan beroperasi dengan skema kontrak time charter.
"Mungkin karena kebanyakan kapal-kapal dari Perseroan adalah time of charter kontrak, dan rata-rata semua juga sudah berkontrak, sehingga mungkin untuk geopolitik saat ini tidak ada dampak langsung untuk saat ini terhadap kondisi kinerja Perseroan," kata Paula dalam Public Expose Insidentil SOCI, Kamis (8/1).
Ia menjelaskan, dengan model kontrak tersebut, mayoritas kapal telah memiliki kepastian tarif dan jangka waktu, sehingga fluktuasi geopolitik global tidak serta-merta memengaruhi biaya operasional.
Menurut Paula, hingga saat ini perseroan belum mencatat adanya kenaikan signifikan pada beban logistik akibat perubahan rute pelayaran internasional. Kondisi ini membuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan relatif stabil di tengah dinamika global yang terjadi.
Waspada Terhadap Ketidakpastian
Lebih lanjut, Paula mengakui masih terdapat ketidakpastian terkait dampak jangka panjang dari konflik geopolitik, termasuk hubungan Amerika Serikat dan Venezuela.
"Kedepannya terus terang kita juga belum paham dampak secara langsung ke depannya seperti apa," ujar dia.
Oleh karena itu, perseroan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan geopolitik global sebagai langkah antisipatif. Evaluasi berkala dilakukan agar perusahaan dapat merespons secara cepat apabila terjadi perubahan signifikan yang berpotensi memengaruhi bisnis pelayaran.
Fokus Pelayaran Domestik
Dari sisi operasional, PT Soechi Lines Tbk menegaskan bahwa fokus utama pelayaran perseroan masih berada di perairan domestik Indonesia. Armada perusahaan sebagian besar melayani pengangkutan minyak dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.
Jalur pelayaran yang didominasi rute intra-island Indonesia membuat perseroan relatif tidak terpapar langsung oleh konflik internasional, baik perang Rusia–Ukraina, ketegangan Venezuela–Amerika Serikat, maupun konflik di kawasan Timur Tengah.
"Jadi, jalur pelayarannya utamanya sebetulnya intra-island Indonesia, sehingga memang kalau perang Rusia-Ukraine, Venezuela-Amerika, mungkin juga konflik-konflik di negara-negara Timur Tengah yang memang tidak banyak kita lalui, tidak terlalu berdampak terhadap kinerja Southerlands," pungkasnya.