Dirut Bulog Optimis Target Serap Beras Bulog 4 Juta Ton Tercapai Meski Ada Bencana Sumatera
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani optimis Target Serap Beras Bulog sebesar 4 juta ton pada 2026 akan tercapai, meskipun ada bencana di Sumatera.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa target penyerapan beras nasional sebanyak 4 juta ton sepanjang tahun 2026 akan tetap tercapai. Pernyataan ini disampaikan meskipun beberapa wilayah di Sumatera dilanda bencana banjir dan longsor baru-baru ini. Rizal menyampaikan keyakinannya di Jakarta pada Minggu, 12 Januari, dalam Rapat Kerja Nasional Bulog.
Bencana alam di Sumatera, yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, disebut tidak akan mengganggu target penyerapan beras. Hal ini karena luas kerusakan sawah di wilayah tersebut relatif kecil, yakni di bawah 30 persen dari total lahan. Selain itu, wilayah terdampak bukan merupakan sentra utama produksi pangan nasional.
Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dan pemulihan untuk sawah terdampak melalui program pompanisasi. Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan pembiayaan penuh untuk memastikan produksi beras nasional tetap optimal. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada beras.
Optimisme di Tengah Tantangan Bencana
Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa target penyerapan beras Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun 2026 akan tercapai sesuai penugasan pemerintah. Keyakinan ini didasarkan pada jaminan dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terkait pemulihan lahan. Rizal ditemui di sela Rapat Kerja Nasional yang mengevaluasi kinerja 2025 dan merencanakan kerja 2026.
Menteri Pertanian telah memastikan bahwa kerusakan lahan di Sumatera dapat dipulihkan dengan cepat, bahkan langsung ditindaklanjuti saat kunjungan kerja ke Banda Aceh dan Sumatera Utara. Ini merupakan komitmen serius untuk menjaga produksi beras nasional tetap stabil.
Meskipun Januari masih dalam masa pemulihan bencana, Rizal menjelaskan bahwa pengaruhnya terhadap target nasional terbatas. Wilayah terdampak bencana di Sumatera tidak termasuk sentra utama produksi pangan. Hal ini membuat dampak terhadap pasokan beras skala nasional menjadi minimal.
Strategi Penguatan Cadangan Beras Nasional
Sentra produksi utama beras nasional berlokasi di Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah-wilayah ini diharapkan tetap berproduksi optimal untuk menopang pasokan dan penyerapan Bulog secara nasional. Optimalisasi ini penting dalam penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Luas kerusakan sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disebut relatif kecil, bahkan belum mencapai 30 persen. Angka kerusakan yang terbatas ini tidak akan mempengaruhi keseimbangan pasokan beras nasional secara signifikan. Rizal menegaskan bahwa angkanya masih tergolong kecil, hanya belasan persen.
Dengan berbagai langkah mitigasi dan dukungan pemerintah, Bulog optimistis dapat menyerap beras petani secara maksimal. Target serap beras Bulog sebanyak 4 juta ton pada tahun 2026 diyakini dapat dicapai. Penguatan stok CBP ini merupakan upaya mempertahankan keberlanjutan swasembada beras.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumumkan keberlanjutan swasembada beras di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari. Komitmen ini semakin memperkuat pentingnya target penyerapan beras yang ditetapkan Bulog. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews